//Aksi Solidaritas Persatuan Islam Jabar Untuk Aleppo

Aksi Solidaritas Persatuan Islam Jabar Untuk Aleppo

Oleh : M. Rizal Fadillah

Aksi solidaritas Persatuan Islam Jabar yang digelar pada selasa 12/20/2016, berlangsung dengan damai dan penuh antusias dari keluarga besar Persatuan Islam Jabar, termasuk PC Pemuda Persis Lembang yang turut berkontribusi pada aksi tersebut.

Aksi solidaritas ini diharapkan menjadi penggugah umat Islam di Indonesia pada khususnya, bahwa apa yang dilakukan oleh rezim Al-Ashad dan komunis Rusia adalah kekejaman yang tidak bisa ditoleransi sedikitpun dan merupakan pelanggaran HAM terbesar karena membantai umat Islam di Suriah. Pada aksi ini, persatuan Islam tidak hanya sekedar menyampaikan kutukan terhadap rezim Al-Ashad, akan tetapi juga turut menggalang dana untuk sedikit meringankan derita umat muslim Suriah.

Para orator dan peserta aksi menyuarakan tuntutan kepada dunia untuk menyeret Al-Ashad beserta antek-anteknya ke pengadilan dunia atas tindakan genosidanya yang merampas hak-hak kehidupan muslim suriah secara sadis dan biadab.

Ustadz Tatan Ahmad Santana, yang memegang komando aksi, menegaskan dalam orasinya bahwa aksi ini bukan aksi politik, akan tetapi murni solidaritas untuk korban pembantaian Al-Ashad di Aleppo. Beliau juga menyampaikan kekecewaannya kepada Presiden RI yang sama sekali tidak satu suara dengan umat Islam Indonesia karena tidak menyatakan sikap yang sama terhadap kekejaman di Suriah. Tentu saja kekecewaan ini juga semakin memuncak saat diketahui bahwa Presiden  Jokowi menjalin hubungan ekonomi dengan Iran yang jelas-jelas actor utama dibalik pembantaian Aleppo.

Kekecewaan kembali nampak dari para peserta aksi setelah mendapatkan informasi bahwa Gubenur Jabar beserta wakilnya tidak bisa turut serta dalam aksi karena sedang berada diluar kota. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Ust Tatan sebagai komandan aksi menginstruksikan kepada para peserta untuk beralih tempat kedepan gedung DPRD dengan harapan akan ada salah seorang dari anggota DPR yang berkenan untuk turut serta dan memberikan sedikit orasi. Setelah itu, diinformasikan dari mobil komando bahwa salah seorang anggota DPRD dari komisi 5 berkenan untuk hadir dan memberikan sambutan kepada peserta aksi, namun beberapa menit kemudian dibatalkan dengan alasan yang tidak jelas. Walhasil, tidak ada seorangpun dari kepemerintahan yang menghadiri aksi solidaritas untuk Aleppo ini.

Aksi kemudian dilanjutkan menuju titik akhir aksi yaitu di BIP dan menggelar orasi serta menggalang dana disana. Setelah beberapa orator berorasi diatas mobil komando, kembali lagi Ust Tatan menyampaikan informasi yang “memuakkan” bahwa para penggalang dana dilarang masuk ke BIP. Serentak para peserta aksi seolah mendapat tamparan, dan menyuarakan untuk memboikot BIP, namun keadaan masih terkendali dan dalam wilayah aman. Sang komando aksi kemudian menginstruksikan kepada peserta untuk membuka handphone masing-masing dan menulis sebuah status di medsos ;  “Bandung Indah Plazza tidak peduli terhadap kemanusiaan karena melarang penggalang dana solidaritas Aleppo untuk masuk ke BIP”. Beberapa peserta aksi terlihat sibuk membuka hp-nya masing-masing atas instruksi tersebut. Beberapa saat setelah itu, pihak manajer BIP pun memberikan izin kepada penggalang dana untuk masuk dan memohon kepada komandan aksi untuk memberikan klarifikasi atas pernyataan sebelumnya dan disinyalir pihak manajer BIP hawatir akan bernasib sama seperti Sari Roti.

Aksi ini diakhiri dengan shalat zhuhur berjamaah di mejid PP Persis Viaduct. Informasi selanjutnya masih dalam proses pengembangan tim Jurnalis hayaatunaa.com