//ADAKAH MANUSIA SEBELUM ADAM AS. DICIPTAKAN?

ADAKAH MANUSIA SEBELUM ADAM AS. DICIPTAKAN?

Adakah manusia sebelum diciptakannya Adam As?

oleh : Muslim Nurdin

LEMBANG (HAYAATUNAA.COM) – (sebuah dialog ringan antara si Haya dan si Tuna tentang aqidah)

Haya :

Apakah Allah SWT sudah menciptakan manusia sebelum Adam AS diciptakan..?

Tuna :

Bukan “sudah” dan bukan “belum” tapi “TIDAK ADA”

dalilnya:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS Ali Imran : 59)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri (Adam), dan dari padanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS An-Nisa : 1)

Ayat-ayat ini menerangkan beberapa jenis manusia:

  1. yang diciptakan langsung dari tanah tanpa perantara manusia sebelumnya (yaitu Nabi Adam)
  2. yang diciptakan dengan perantara seorang laki-laki saja (yaitu Hawa)
  3. yang diciptakan dengan perantara seorang perempuan saja (yaitu Nabi Isa AS)
  4. yang diciptakan melalui perantara kedua orang tua / laki-laki dan perempuan (yaitu semua manusia selain ketiga orang di atas)

 

Haya :

Tetapi jika kita perhatikan konteks surat al-baqoroh ayat 30

““Dan ingatlah Tuhamu berfirman kepada para malaikat,” Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi.” Mereka berkata,” Apakah Engkau hendak menjadikan (khilafah) dimuka bumi itu orang yang melakukan perusakan didalamnya dan mengalirkan darah. Dan kami bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan hanya pada-Mu.” Maka Allah berfirman,”Sesungguhnya Aku Maha Tahu apa yang tidak kalian ketahui.””

Dalam ayat ini menggambarkan seakan malaikat menolak kehadiran adam sebagai khalifah di muka bumi karena sifat manusia yang merusak… sedang kita ketahui bahwasannya malaikat tidak diberi akal untuk berfikir. sehingga mustahil baginya untuk berfikir bahwasanya manusia itu mahkluk perusak, kecuali memang sudah ada manusia sebelum adam yang melakukan kerusakan tersebut, sehingga malaikat merasa keberatan dengan di angkatnya mahkluk perusak tersebut untuk dijadikan khalifah di muka bumi

Tuna :

Coba kita perhatikan lagi ayatnya dalam bahasa aslinya…

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

jika diperhatikan pernyataan Malaikat tersebut menggunakan “fi’il mudhori’” yaitu
يُفْسِدُ  dan يَسْفِكُ , artinya bukan menerangkan yang telah terjadi, tetapi menerangkan yang akan terjadi… artinya manusia pada waktu itu belum diciptakan..

lalu, darimana para malaikat mengetahui sifat manusia padahal belum diciptakan…
tentu jawannya, dari Allah swt… karena dalam ayat selanjutnya para malaikat berkata:

قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Mereka Berkata: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana

Menurut Imam As-Sudiy dalam kitab tafsirnya, dari Abu Malik dan dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas juga dari Murroh, dari Ibnu Mas’ud serta dari sejumlah Sahabat,

أن الله تعالى قال للملائكة: { إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً }قالوا (1) : ربنا وما يكون ذلك الخليفة؟ قال: يكون له ذرية يفسدون في الأرض ويتحاسدون ويقتل بعضهم بعضا

Sesungguhnya Allah berfirman kepada Malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menjadikan di muka bumi ini seorang Kholifah”. Mereka bertanya, “Wahai Tuhan kami, Bagaimanakah kholifah tersebut? Allah menjawab, “Kelak dia mempunyai keturunan yang suka berbuat kerusakan di muka bumi, saling mendengki, dan sebagian membunuh sebagiannya lagi.
(Lihat Tafsir Ibnu Katsir dalam menafsirkan Surat Al-Baqarah ayat 30)

Dari riwayat ini jelas bahwa para Malaikat mengetahui tentang sifat manusia yang akan ciptakan di muka bumi dari Allah swt bukan karena telah ada manusia yang diciptakan pada saat itu…

wallahu a’lam bis-Shawab…