//HUKUM SYAIR DI MESJID (Tanya Jawab Grup Hayaatunaa)

HUKUM SYAIR DI MESJID (Tanya Jawab Grup Hayaatunaa)

LEMBANG (hayaatunaa.com)-

  1. HUKUM SYAIR DI MESJID

?Bismillah..ustadz di risalah bulan ini (Maret) di bahas terkait hukum bersyair di masjid, klo tidak salah  kesimpulannya dibolehkan asal konten syair bernilai kebaikan, mhon penjelasan ustadz, htr nuhun…

JAWAB :

? Pada dasarnya Masjid adalah tempat beribadah kepada Allah Ta’ala bukan tempat bersyair. Orang yang sedang beribadah dilarang diganggu oleh apapun termasuk oleh orang yang mengeraskan bacaan al-Quran baik dalam salat maupun diluar salat. Fahwal khitabnya ketika ada yang salat mengeraskan bacaan al-Quran saja terlarang, apalagi bersyair. Karena pada hakikatnya orang yang sedang salat sedang bermunajat kepada Allah.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ فَاتُّخِذَ لَهُ فِيهِ بَيْتٌ مِنْ سَعَفٍ قَالَ فَأَخْرَجَ رَأْسَهُ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ إِنَّ الْمُصَلِّيَ يُنَاجِي رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ بِمَا يُنَاجِي رَبَّهُ وَلَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ بِالْقِرَاءَةِ

Sesungguhnya orang yang salat itu sedang bermunajat kepada Rabbnya Azza Wa jalla, maka hendaklah perhatikan apa yang dimunajatkan pada Rabbnya, dan janganlah kalian mengeraskan bacaan (al-Quran) seseorang diantara kamu kepada yang lainnya (H.R. Ahmad, Musnad Ahmad, 9/251)

Akan tetapi jika tidak dikhawatirkan mengganggu orang yang salat atau ibadah lainnya di masjid, maka boleh bersyair di masjid.

Dalilnya perbuatan sahabat penyair yaitu hasan bin Tsabit yang bersyair di depan rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam masjid, untuk menjawab syair orang kafir.

عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ مَرَّ عُمَرُ فِي الْمَسْجِدِ وَحَسَّانُ يُنْشِدُ فَقَالَ كُنْتُ أُنْشِدُ فِيهِ وَفِيهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ ثُمَّ الْتَفَتَ إِلَى أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ أَنْشُدُكَ بِاللَّهِ أَسَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَجِبْ عَنِّي اللَّهُمَّ أَيِّدْهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ قَالَ نَعَمْ

Artinya :

“Dari Sa’id bin Musayyab ia berkata : suatu ketika Umar berjalan bertemu dengan Hassan bin Tsabit yang sedang melantunkan sya’ir di masjid. Umar menegur Hassan, namun Hassan menjawab : aku melantunkan sya’ir di masjid yang di dalamnya ada seorang yang lebih mulia dari pada kamu, kemudian dia berpaling kepada Abu Hurairah sambil berkata demi Allah apakah engkau pernah mendengar Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jawablah permintaanku, ya Allah kuatkanlah dia dengan ruh al-qudus. Abu Hurairah menjawab : benar (aku telah mendengarnya)”. (HR. Bukhari, Sahih al-Bukhari, 2/112, Muslim, Sahih Muslim, 7/162)

Kendatipun demikian, konten syair harus bernilai kebaikan misalnya berisi ajakan untuk beribadah, semangat untuk berjihad dan lainnya. Apabila kontennya negatif mengajak kepada hawa nafsu, percintaan, apalagi berbau porno tentu terlarang.

Wallahu a’lam bi al-shawwab!

Pertanyaan yang belum terjawab, masih dalam proses pengkajian, terima kasih atas kesabarannya !

☝HAYAATUNAA : Website Islam berlandaskan al-Quran & as-Sunnah

☀Grup WA : 089 626 128 748

☀Website: www.hayaatunaa.com

☀ No rek  Hayaatunaa:

Mandiri : 1320016072960

BRI : 411901002675535

a/n Moch. Ismail firdaus

Alamat hayaatunaa.com

☀ Mesjid Istiqomah, Jl. Kayu Ambon No. 36 Lembang, Bandung Barat 40391

☀ Pesantren Persis 50 Lembang, Kp. Ciputri Rt 02/ Rw 08 Ds. Langensari, Kec. Lembang, Bandung Barat 40391

☀ Kontak Person  (Tlp/Sms/Wa) : 089 626 128 748

جزاكم الله خيرا كثيرا

〰〰〰〰〰〰〰〰?