//ISTIFTA – Apakah Nabi Adam dan Isa Punya Bapak?

ISTIFTA – Apakah Nabi Adam dan Isa Punya Bapak?

Lembang – hayaatunaa.com

Soal:

Apakah Nabi Adam AS dan Nabi Isa As punya bapak? Kalau ada Siapa bapaknya tanda tanya dan, bagaimana status hukumnya jika ada orang yang meyakini bahwa Nabi Isa dan Nabi Adam berbapak?

Jawab:

Tentang Nabi Adam dan Nabi Isa, ada dua pendapat. Ada yang mengatakan bahwa Nabi Adam bukanlah manusia pertama (mempunyai bapak) dan ada pula yang berpendapat bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama (tidak mempunyai bapak). Begitu pula tentang Nabi Isa ada yang berpendapat bahwa Nabi Isa mempunyai bapak dan ada pula yang berpendapat bahwa Nabi Isa tidak mempunyai bapak.

Siapa pun di zaman yang berpendapat tentang keduanya ini jika tidak merujuk kepada sumbernya yang tahu tentang itu, maka jelas hanya sekedar perkiraan saja. Pendapat seperti ini tidak bisa jadi pegangan. Adapun yang Mahatahu tentang ini hanyalah Allah, karena Dialah yang menciptakan keduanya dan Dia juga yang menciptakan seluruh makhluk-Nya. Dengan demikian sebaiknya kita merujuk kepada keterangan dari Allah dan Rasul-Nya.

Keterangan tentang Nabi Adam As.:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.'” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau!” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.” (QS Al-Baqarah : 30)

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ (26) وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ (27) وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ (28)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (59) الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلا تَكُنْ مِنَ الْمُمْترِينَ (60

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu. Karena itu, janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْمَعُ اللَّهُ النَّاسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُونَ لَوْ اسْتَشْفَعْنَا عَلَى رَبِّنَا حَتَّى يُرِيحَنَا مِنْ مَكَانِنَا فَيَأْتُونَ آدَمَ فَيَقُولُونَ أَنْتَ الَّذِي خَلَقَكَ اللَّهُ بِيَدِهِ

Dari Anas Ra dari Nabi SAW beliau bersabda: orang-orang Mukmin berkumpul pada hari kiamat, lalu mereka berkata: “Alangkah baiknya kalau kita meminta syafaat kepada Tuhan kita”, kemudian mereka mendatangi Adam, lalu mereka berkata: “Engkau adalah Bapak manusia, Allah telah menciptakan mu dengan tangannya…”. (HR Al Bukhari)

A.Hasan dalam kitabnya yang terkenal “Soal Jawab Tentang Berbagai Masalah Agama”, setelah beliau mengemukakan keterangan-keterangan dari al-Quran dan Al-Hadits, lalu beliau membuat ringkasan sebagai berikut:

1. Sebelum manusia, Allah membuat Jin lebih dahulu (menurut Al Hijr 27).
2. Nabi Adam, Allah bikin mula-mula dengan sendirinya dari tanah. (menurut As Sajdah 7-8; Shad 75; Ali Imron 59; al-Hijr 28-29).
3. Nabi Adam dikatakan “apa bagi sekalian manusia” (menurut hadis yang ketiga riwayat Bukhari).

Jadi, dengan tiga macam hal ini, dapatlah kita mengambil keputusan, bahwa “Nabi Adam lah manusia yang pertama” dan sebelum dia, tidak ada bangsa manusia, melainkan Jin “. (Soal jawab, 3 : 1237)

Keterangan tentang Nabi Isa AS:

قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا (20) قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا (21

.” Maryam berkata, “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedangkan tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” Jibril berkata, “Demikianlah; Tuhanmu berfirman, ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan’.”(QS Maryam 20-21)

إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ (45) وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ (46) قَالَتْ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ قَالَ كَذَلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (47)

(Ingatlah) ketika malaikat berkata, “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh.” Maryam berkata, “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.” Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, “Jadilah,” lalu jadilah dia.

Keterangan ini jelas menunjukkan bahwa Maryam seorang perawan yang suci tidak pernah disentuh oleh laki-laki. Dengan demikian ia mengandung dan melahirkan anak (Isa) semata-mata kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Nabi Isa tidak mempunyai bapak. Karenanya ia dikatakan Isa bin Maryam.

Bagi kita sebagai mukmin, cukuplah kita beriman atas keterangan- keterangan dari Allah yang Mahatahu. Hal tersebut karena tidak akan ada keterangan-keterangan dari selain Allah dan Rasul-Nya yang bisa jadi pegangan.

Siapapun yang berpegang kepada pendapat yang tidak bisa jadi pegangan adalah suatu kekeliruan. Dan, meyakini kepada keterangan yang tidak meyakinkan adalah suatu kesalahan.

Sumber : Istifta Tanya Jawab Hukum Islam Kontemporer

Admin: Zaenal Mutaqin