//ISTIFTA – Kedudukan Hadis Masa Depan Selalu Lebih Buruk

ISTIFTA – Kedudukan Hadis Masa Depan Selalu Lebih Buruk

Lembang – hayaatunaa.com

Soal:

Ada hadis yang berbunyi: “Ma min a’min illal-lladzi ba’dahu syarrun minhu hatta talqau Rabbakum”. Hadits siapa dan bagaimana derajatnya?

Jawab:

Hadits yang ditanyakan lengkapnya sebagai berikut:

:عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيٍّ قَالَ
دَخَلْنَا عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ مَا نَلْقَى مِنْ الْحَجَّاجِ فَقَالَ مَا مِنْ عَامٍ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ سَمِعْتُ هَذَا مِنْ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Az Zubair bin Adi, ia berkata: saya menemui Anas bin Malik. Kami mengadukan apa yang kami temukan dari (kekejaman) al-Hajjaj. Anas berkata: “Tidak ada satu tahun pun kecuali setelahnya lebih buruk daripadanya, sampai kalian bertemu Tuhan kalian. Saya mendengar ini dari nabi kalian SAW”.

Riwayat At-Tirmidzi dan sanadnya shahih. Demikian dikatakan oleh Nashiruddin Al Albani dalam kitab silsilah Ash Sholihah, III : 292, No. 1218. Sunan at-Tirmidzi, IV : 492 No. 2260.

Hadits semakna didapatkan dalam Shahih Al Bukhari,

عن الزبير بن عدي قال : أتينا أنس بن مالك فشكونا إليه ما يلقون من الحجاج فقال اصبروا فإنه لا يأتي عليكم زمان إلا الذي بعده شر منه حتى تلقوا ربكم سمعته من نبيكم صلى الله عليه و سلم

Dari Az Zubair bin Adi, ia berkata: saya menemui Anas bin Malik. Kami mengadukan apa yang kami temukan dari (kekejaman) al-Hajjaj. Anas berkata:” sabarlah kalian, karena tidak ada satu zaman pun kecuali setelahnya lebih buruk dari padanya sampai kalian bertemu Tuhan kalian. Saya mendengar ini dari Nabi kalian Saw.”. (Shahih al-Bukhari, XVII : 557, No. 7068)

Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, Sabda Rasulullah SAW ini menunjukkan pada zaman yang khusus dan tidak dapat dimaknai secara umum. Karena terbukti setelah masa Al Hajjaj yaitu Hajjaj bin Yusuf as-Tsaqafi yang termasyhur ia dikatakan oleh para ahli tarikh memiliki reputasi buruk sebagai pekerja pada masa keamiran Abdul Malik bin Abdullah bin Zubair dan pada riwayat ini mengenai keadaan dan kejadian-kejadian buruk yang diajukan oleh Az Zubair bin Adi kepada Anas bin Malik ini adalah prilaku buruk dan keji yang dilakukan oleh Al Hajjaj bin Yusuf. Akan tetapi tidak lama masanya setelah itu datanglah masa Umar bin Abdul Aziz yang diketahui dan disepakati oleh para ulama bahwa masa Umar bin Abdul Aziz jauh lebih baik dari masa Al Hajjaj. Oleh karena itu, para ulama memaknainya dengan aghlab wa aksar (Biasanya pada umumnya). Oleh karena itu, tidak akan bertentangan dengan sabda Rasulullah SAW ini Apabila didapatkan suatu masa yang baik, selalu datang berikutnya masa yang lebih baik, atau setelah masa yang buruk datang kemudian masa yang baik.

Adapun masa Rasulullah SAW disebut Masa terbaik, lalu Masa setelahnya dan masa setelahnya. Hal ini pun disabdakan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut:

عن أبي جمرة سمعت زهدم بن مضرب سمعت عمران بن حصين رضي الله عنهما يقول : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( خير أمتي قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم – قال عمران فلا أدري أذكر بعد قرنه قرنين أو ثلاثا – ثم إن بعدكم قوما يشهدون ولا يستشهدون ويخونون ولا يؤتمنون وينذرون ولا يوفون ويظهر فيهم السمن )

Dari Abu Zamrah, saya mendengar Zahdam bin mudharib, saya mendengar Imron Bin Husein ra. Ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “sebaik-baik umat adalah masaku, lalu umat setelahnya dan umat setelahnya “. Imron berkata:” Saya tidak tahu apakah Rasulullah SAW menyebut dua masa atau sampai tiga masa “. Lalu Beliau bersabda:” Sesungguhnya setelah kalian akan ada kaum yang menyaksikan tetapi menolak memberikan kesaksian, berkhianat dan tidak amanah, bernadzar dan tidak menunaikannya, dan kegemukan muncul subur diantara mereka “. (Shahih al-Bukhari VI : 560 No. 2651)

Kata Siman dimaknai oleh para ulama dengan beberapa makna, yaitu hanya isi perut yang dipikirkan mereka (konsumtif), senang dipuji dengan tidak pada kepantasannya, merasa mulia dan terhormat padahal tidak, saling bermegah-megah dengan banyaknya harta dan kesenangan duniawi, dan lain-lain. (Fathul Bari, V:260)

Jadi, pada dasarnya yang dimaksud zaman dan masa atau generasi itu adalah para penghuni dan pelaku sejarah pada masa dimaksud. Maka zaman akan dikatakan buruk padahal yang dimaksud adalah aqidah, ibadah, dan muamalah umat pada masa itu yang buruk. Nasehat dari para ulama adalah bahwa manusia sebagai pengisi zaman wajib bagi dirinya untuk menjadi manusia yang baik, penuh dengan kesalehan, sehingga zaman yang menjadi masanya dapat dikategorikan baik atau lebih baik.

Sumber: Istifta Tanya Jawab Hukum Islam Kontemporer

Admin: Zaenal Mutaqin