//ISTIFTA – Memakai Gelang Magnet

ISTIFTA – Memakai Gelang Magnet

Lembang – hayaatunaa.com

Soal:

Mohon penjelasan hukum memakai gelang atau kalung magnet yang katanya untuk kesehatan dan dijual bebas. Juga tentang menonton Cap Gomeh? terima kasih.

Jawab:

Pada dasarnya, yang dilarang itu adalah laki-laki menyerupakan dirinya dengan wanita dan sebaliknya, secara tingkah laku dan atau pakaian. Di dalam hadis diterangkan demikian:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ ص أَنَّهُ لَعَنَ الْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ باِلرِّجَالِ وَالْمُتَشَبِّهِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ

Dari Ibnu Abbas dari Nabi SAW. “Bahwasanya beliau melaknat perempuan-perempuan yang menyerupakan dirinya dengan laki-laki dan laki-laki yang menyerupakan dirinya dengan perempuan”. (HR musnad Ahmad bin Hanbal, I : 30, No. 2291, Sunan Abu Daud, IV : 104, No. 4490, Sunan at-Tirmidzi, V : 105, No. 2784)

Dari aspek pakaian dan perhiasan, tentu masing-masing memiliki kekhususan antara untuk laki-laki dan perempuan perempuan. Maka, yang khusus dibuat untuk laki-laki jangan dipakai oleh perempuan. Biasanya tiap daerah dan suku memiliki kekhasan. Oleh karena itu, baik kalung atau gelang, dan lainnya yang memang diperuntukkan bagi laki-laki tentu dilarang dipakai oleh perempuan demikian pula sebaliknya. Adapun apabila kalung atau gelang itu diperuntukkan bagi kesehatan atau pengobatan, maka pergunakanlah sesuai dengan peruntukkannya, baik oleh laki-laki maupun oleh perempuan.

Jadi, yang memakai gelang dan kalung kesehatan tertentu tidak dengan niat menyerupai perempuan dan sebaiknya. Oleh karena itu bagi laki-laki, hendaklah memilih kalung atau gelang yang akan menambah gagahnya penampilan laki-laki. Demikian pula bagi perempuan digunakanlah yang menambah sifat kewanitaannya. Jadi, laki-laki dan perempuan yang menggunakan kalung atau gelang kesehatan hukumnya mubah.

Selanjutnya, menonton Cap Gomeh hanya sekedar ingin tahu itu bukan ibadah dan urusan keduniaan yang hukum asalnya boleh.

Sumber: Istifta Tanya Jawab Hukum Islam Kontemporer
Admin: Zaenal Mutaqin