//ISTIFTA – Menggantungkan Foto di Dinding

ISTIFTA – Menggantungkan Foto di Dinding

Lembang – hayaatunaa.com

Soal:

Bagaimana hukumnya menggantungkan gambar atau foto?

Jawab:

Gambar atau foto yang digantungkan di rumah, di masjid atau tempat lainnya, ada yang mengatakan tidak boleh dan juga ada yang mengatakan boleh. Kita perhatikan keterangan-keterangan berikut ini:

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ الله بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ ( إِنَّ الَّذِيْنَ يَصْنَعُوْنَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذِّبُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوْا مَا خَلَقْتُمْ 

Dari Nafi, sesungguhnya Abdullah bin Umar Ra menghabarkannya, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar ini akan disiksa pada hari kiamat. Dikatakan kepada mereka: “hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan itu”. (HR Al Bukhari)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ تَدْخُلُ الْمَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيهِ تَمَاثِيلُ أَوْ تَصَاوِيرُ 

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang padanya ada patung berhala dan gambar”. (HR Muslim)

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمِنِينَ، أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ، وَأُمَّ سَلَمَةَ ذَكَرَتَا كَنِيسَةً رَأَيْنَهَا بِالحَبَشَةِ فِيهَا تَصَاوِيرُ، فَذَكَرَتَا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «إِنَّ أُولَئِكَ إِذَا كَانَ فِيهِمُ الرَّجُلُ الصَّالِحُ فَمَاتَ، بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا، وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّوَرَ، فَأُولَئِكَ شِرَارُ الخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ القِيَامَةِ

Dari Aisyah Ummul mukminin sesungguhnya Ummu Habibah dan Ummu Salamah menerangkan kepada Nabi SAW tentang gereja yang mereka lihat di negeri Habasyah, yang didalamnya ada gambar-gambar. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya mereka itu apabila di antara mereka ada seorang yang saleh, lalu meninggal, mereka bikin tempat sembahyang di atas kuburnya dan mereka bikin padanya gambar-gambar itu. Mereka itu orang-orang yang buruk pada pandangan Allah di hari kiamat”. (HR Al Bukhari)

عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ، عَنْ أَبِي طَلْحَةَ، صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ المَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ الصُّورَةُ» قَالَ بُسْرٌ: ثُمَّ اشْتَكَى زَيْدٌ، فَعُدْنَاهُ، فَإِذَا عَلَى بَابِهِ سِتْرٌ فِيهِ صُورَةٌ، فَقُلْتُ لِعُبَيْدِ اللَّهِ، رَبِيبِ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلَمْ يُخْبِرْنَا زَيْدٌ عَنِ الصُّوَرِ يَوْمَ الأَوَّلِ؟ فَقَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ: أَلَمْ تَسْمَعْهُ حِينَ قَالَ: «إِلَّا رَقْمًا فِي ثَوْبٍ

Busr bin Said telah meriwayatkan, dari Zaid bin Khalid, dari Abu Thalhah seorang sahabat berkata: sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang padanya ada gambar”. Kata Busr, sesudah itu, Zaid itu sakit, maka kami pergi melawat dia. Tiba-tiba di pintunya ada satu tabir yang ada padanya gambar, maka saya berkata kepada Ubaidillah: Tidakkah anda dengar dia berkata: “kecuali gambar di kain”. (HR Al Bukhari)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ دَخَلَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- عَلَىَّ وَقَدْ سَتَرْتُ نَمَطًا فِيهِ تَصَاوِيرُ فَنَحَّاهُ فَاتَّخَذْتُ مِنْهُ وِسَادَتَيْنِ.

Dari Aisyah ra ia berkata: “Nabi SAW datang kepadaku, padahal aku ada pakai tabir yang ada gambar, lalu Beliau singkirkan, maka aku buatkan tabir itu jadi 2 bantal“. (HR Muslim)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah berkata Aisyah, “Saya biasa bermain boneka (anak-anak patung) di hadapan Nabi SAW.” (HR Al Bukhari).

Dengan keterangan itu, jelas bahwa gambar atau foto yang disembah atau diperkirakan akan disembah tentu terlarang. Adapun gambar atau foto yang bukan keberhalaan atau hanya sekedar hiasan, itu boleh saja. Walaupun demikian tentu bagi seorang muslim hendaklah memilih gambar yang baik yang sesuai dengan kepribadian muslim.

Adapun menempelkan foto atau gambar di masjid atau di tempat lain yang digunakan untuk tempat salat walaupun bukan gambar keberhalaan, jika sekiranya mengganggu perhatian yang salat, tentu tidak boleh.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، كَانَ قِرَامٌ لِعَائِشَةَ سَتَرَتْ بِهِ جَانِبَ بَيْتِهَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمِيطِي عَنَّا قِرَامَكِ هَذَا، فَإِنَّهُ لاَ تَزَالُ تَصَاوِيرُهُ تَعْرِضُ فِي صَلاَتِي

Dari Anas bin Malik, adalah Aisyah mempunyai tabir buat tutup sebagian rumahnya, maka sabda Nabi SAW, “Singkirkanlah dariku, karena gambar-gambarnya itu terus menerus menggangguku dalam salat ku”. (HR Al Bukhari)

Sumber : Istifta Tanya Jawab Hukum Islam Kontemporer

Admin : Zaenal Mutaqin