//ISTIFTA – Nabi Isa As. Turun di Akhir Zaman

ISTIFTA – Nabi Isa As. Turun di Akhir Zaman

Lembang – hayaatunaa.com

Soal:

Benarkah Nabi Isa As masih hidup? Benarkah beliau turun ke bumi di akhir zaman? Apa yang dilakukan beliau. Apakah Nabi Isa itu Imam Mahdiy? Mohon penjelasannya.

Jawab:

Isa bin Maryam disebut juga Almasih adalah seorang Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Beliau diangkat menjadi rasul ketika masih dalam gendongan ibunya, Maryam binti Imran. Beliau diberi keistimewaan oleh Allah SWT dapat menghafal Kitab Taurat dan Injil. Beliaulah yang menceritakan bahwa nanti akan ada Rasul setelah ku yang bernama Ahmad (Nabi Muhammad SAW).

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (6) 

“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu.” Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS Asshaf : 6)

Beliau banyak menegur perilaku Bani Israil karena bertentangan dengan Taurat. Bani Israil tidak suka dan membenci beliau. Pada akhirnya, mereka mengejar dan bermaksud membunuhnya. Namun mereka tidak menemukan beliau dan mereka temukan adalah penunjuk jalan yang diserupakan Allah SWT lalu ia disalib.

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا * بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا * وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS Annisa : 157-159)

Surat An-Nisa ayat 159 di atas menjelaskan bahwa ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) akan beriman kepada nabi Isa AS sebelum beliau wafat dan beliau menjadi saksi keislaman mereka pada hari kiamat. Sebagaimana firman Allah:

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. (QS Ali Imran : 55)

Di akhir zaman, Nabi Isa Almasih akan turun ke bumi dengan izin Allah SWT beliau akan ditanya tentang kaumnya yang menyembah dirinya.

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ (116) مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (117)

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah’? Isa menjawab, “Mahasuci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya, maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya, yaitu, ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian,’ dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku. Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (QS Al Maidah : 116-117)

Tentu pertanyaan ini bukan karena Allah SWT tidak mengetahui, namun sebagai siksaan batin terhadap kaum Nasrani atau Kristen yang menyembah Nabi Isa AS . Kisah ini pun memberitahukan kepada mereka bahwa Nabi Isa tidak mengatakan sebagaimana mereka katakan. Ayat- ayat di atas menjelaskan bahwa Nabi Isa AS diangkat oleh Allah SWT. Rasulullah SAW pun menjelaskan bahwa nanti di akhir zaman Nabi Isa AS akan turun lagi.

عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ

Dari Ibnu Musayyab, bahwa ia mendengar Abu Hurairah ra berkata, telah Rasulullah SAW, “Demi Allah yang diriku ada di tangan-Nya hampir dekat waktunya Ibnu Maryam akan turun ke tengah-tengah kamu menjadi Hakim yang adil, ia akan menghancurkan salib, memusnahkan babi, menghapus pajak, dan harta akan melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya”. (HR Al Bukhari)

Turunnya Nabi Isa Al-masih merupakan tanda kiamat sebelum dunia hancur. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut.

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِىِّ قَالَ اطَّلَعَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ « مَا تَذَاكَرُونَ » قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ « إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ ». فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ -صلى الله عليه وسلم- وَيَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلاَثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Dari Hudzaifah bin Asid al-ghifari, katanya, Nabi SAW menoleh kepada kami, saat itu kami sedang ngobrol. Sabda beliau, “Apa yang kamu bicarakan?” “Kami sedang membicarakan kiamat,” jawab para sahabat. Sabdanya, “kiamat tidak akan terjadi sehingga kamu melihat sebelumnya 10 tanda” Beliau menyebutkan asap, Dajjal, binatang, matahari terbit dari barat, turunnya Nabi Isa bin Maryam AS, Ya-juj, Ma-juj, 3 gerhana; di Timur, gerhana di barat, gerhana di Jazirah Arab, dan akhirnya adalah api yang keluar dari Yaman yang menyeret manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)

Al Mahdi artinya orang yang memberi petunjuk, yaitu gelar bagi para khalifah yang memberi petunjuk ke jalan yang benar (al-khulafa’u al-mahdiyyin). Al Mahdi bukan Nabi Isa AS, Ia adalah seorang khalifah keturunan nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda,

الْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِى مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ

“Al Mahdi adalah dari keluargaku dari anak-cucu Fatimah.” (HR Abu Daud dari Ummu Salamah)

Dari beberapa keterangan disebutkan bahwa Al Mahdi hidup sejaman dan bertemu nabi Isa AS. Sabda Rasulullah SAW,

كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ ابْنُ مَرْيَمَ فِيكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ

“Bagaimana sikap kalian apabila Ibnu Maryam turun di tengah-tengah kalian, sementara Imam kalian diantara kalian.” (HR al-Bukhari Dari Abu Hurairah)

Pada hadits Muslim ditulis “Faammakum” (kemudian ia mengimami kalian).

Hadits ini menjelaskan bahwa imam yang dimaksud adalah Al Mahdi. Pada riwayat Muslim diterangkan bahwa Nabi Isa AS turun saat menjelang iqomah sholat subuh, tatkala kaum muslimin sedang mempersiapkan diri. Nabi SAW bersabda:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ – قَالَ – فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ -صلى الله عليه وسلم- فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا. فَيَقُولُ لاَ. إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ. تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الأُمَّةَ

“Sekelompok umatku selalu saling bunuh, masing-masing mengaku paling benar hingga hari kiamat. Kemudian turunlah Isa bin Maryam as. Lalu Amir (pemimpin) mereka berseru, “kemarilah, imami kami”. Isa menjawab, “tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah pemimpin atas sebagian lagi.” Beliau menolak menjadi imam sebagai penghormatan kepada umat ini. ” (HR muslim dari Jabir Ra)

Amir (pemimpin) yang terkenal menjelang hari kiamat adalah Imam Al Mahdi bertemu dengan Nabi Isa Al-Masih.

Sumber: ISTIFTA Tanya Jawab Hukum Islam Kontemporer

Admin: Zaenal Mutaqin