//ISTIFTA – Orang Yang Tidak Akan Dilihat Allah

ISTIFTA – Orang Yang Tidak Akan Dilihat Allah

Lembang – hayaatunaa.com

Soal:

Mengenai kelompok orang yang tidak akan dilihat oleh Allah SWT dan Dia berpaling dari mereka dan tidak diajak bicara pada hari akhirat. Apakah berdasarkan ayat Al-Quran atau Hadits?

Jawab:

Mengenai hal itu didapatkan ayat dan hadis sekaligus. Firman Allah SWT:

{إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلا أُولَئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلا النَّارَ وَلا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (174) أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلالَةَ بِالْهُدَى وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ (175) ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ نزلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِي الْكِتَابِ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ (176)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah —yaitu Al-Kitab— dan menjualnya dengan harga yang sedikit, mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al-Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al-Kitab itu benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran). (QS Al-Baqarah ayat 174-176)

Maksud dari memakan ke dalam perutnya api ialah makanan yang dimakannya berasal dari hasil menyembunyikan ayat-ayat yang diturunkan Allah menyebabkan mereka masuk api neraka. Maksud tidak berbicara kepada mereka adalah Allah tidak berbicara kepada mereka dengan kasih sayang, tetapi berbicara dengan kata-kata yang tidak menyenangkan.

Selanjutnya firman Allah SWT:

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَٰئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (QS Ali Imran : 77)

Ayat ini pun hampir sama maknanya, yaitu mengenai manusia-manusia yang mempermainkan dan menjual ayat-ayat Allah SWT hanya demi mengejar duniawi. Adapun hadits-hadits yang semakna dengan kedua ayat diatas antara lain:

عن أبي ذرٍّ رضي اللَّه عنه عن النبى صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثلاثةٌ لا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ القِيَامةِ ، ولا يَنْظُرُ إِلَيْهم ، وَلا يُزَكِّيهِمْ ، وَلهُمْ عَذَابٌ أَليمٌ » قال : فقَرأَها رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ثلاث مِرَارٍ . قال أَبو ذَرٍّ : خابُوا وخسِرُوا مَنْ هُمْ يا رسول اللَّه ؟ قال : « المُسبِلُ ، والمنَّانُ وَالمُنْفِقُ سِلْعَتَهُ بِالحَلفِ الكاذِبِ » رواه مسلم

Dari Abu Dzar, dari Nabi SAW beliau bersabda: “Ada 3 golongan yang oleh Allah tidak akan diajak bicara, tidak akan diperhatikan, tidak akan disucikan oleh Allah pada hari kiamat dan mereka mendapat siksa yang pedih. “Kata Abu Dzar, “Rasulullah mengucapkannya sebanyak 3 kali” Abu Dzar bertanya, “Siapa mereka yang celaka dan merugi itu wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “orang yang melabuhkan kain sarungnya, yang mengungkit-ngungkit pemberian, dan menawarkan dagangannya dengan sumpah palsu.“(HR. Shahih Muslim I:71 No. 306 dan lainnya)

Demikian ayat dan hadits mengenai kelompok orang yang tidak diajak bicara dan dipandang/diabaikan pada hari kiamat.

Sumber: Istifta Tanya Jawab Hukum Islam Kontemporer

Admin: Zaenal Mutaqin