//ISTIFTA – Pelaku Masiat Setelah Meninggal

ISTIFTA – Pelaku Masiat Setelah Meninggal

Lembang – hayaatunaa.com

Soal

Apakah orang muslim yang wafatnya dalam keadaan maksiat atau sering maksiat, masih bisa disebut almarhum?

Jawab:

Pada dasarnya, almarhum itu bukan sebutan, akan tetapi doa yang artinya sama dengan Allahu yarham atau rahimahulLah (mudah-mudahan Allah memberi rahmat). Do’a ini sering diucapkan untuk yang sudah meninggal dan boleh juga ditunjukan kepada yang masih hidup selama dalam keyakinan kita orang yang dido’akan tersebut layak dianugrahi rahmat oleh Allah Swt.

Orang muslim yang maksiat, selama tidak melanggar kaidah-kaidah yang dapat menyebabkan dirinya murtad, maka tetap ia seorang muslim. Oleh karena itu diharapkan do’a yang masih hidup daat menjadi wasilah diampuninya dosa-dosa orang tersebut. Hal ini dapat disimpulkan demikian berdasarkan hadits Rasulullah Saw sebagai berikut:

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ: أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَشْجَعَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُوُفِّيَ يَوْمَ خَيْبَرَ، فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: ” صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ ” فَتَغَيَّرَ وُجُوهُ النَّاسِ مِنْ ذَلِكَ، فَقَالَ: ” إِنَّ صَاحِبَكُمْ غَلَّ فِي سَبِيلِ اللهِ ” ” فَفَتَّشْنَا مَتَاعَهُ فَوَجَدْنَا خَرَزًا مِنْ خَرَزِ يَهُودَ مَا يُسَاوِي دِرْهَمَيْنِ. رواه ابو داود

Dari Zaib bin Khalid al-Juhani, bahwasanya ada seorang laki-laki dari sahabat Nabi Saw wafat pada hari Khaibar, lalu mereka menerangkan hal itu kepada Rasululah. Maka beliau bersabda: “Salatilah sahabatmu itu”. Maka wajah orang-orang berubah (keheranan) dengan sebab pernyataan beliau itu. Lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya sahabatmu itu telah berkhianat di jalan Allah.”  Kemudian, kami menggeledah harta bendanya, maka kami mendapatkan marzan dari Marzan Yahudi yang tidak sampai dua dirham nilainya. (HR sunan Abu Daud III : XX : 2712)

Para sahabat diperintahkan oleh Nabi Saw untuk menyolatkan yang meninggal dalam kemaksiatan ini menunjukkan bahwa baik sekali untuk didoakan, termasuk dengan almarhum.

Sumber: Istifta Tanya Jawab Islam Kontemporer

Admin: Zaenal Mutaqin