//ISTIFTA – Perempuan Thaga Prediksi Nabi Saw

ISTIFTA – Perempuan Thaga Prediksi Nabi Saw

Lembang – hayaatunaa.com

Soal:

Bagaimana kedudukan hadits tentang 4 prediksi Rasulullah SAW di antaranya; perempuan nanti akan thaga (melampaui batas) anak mudanya akan fasik dan orang banyak meninggalkan kewajiban berjihad.

Jawab:

Hadits yang lafadznya seperti yang dinyatakan didapatkan pada kitab kitab Kanzul Umal, III: 688, No. 8470, Al-Mughni’an Hamli Asfar, I : 585, No. 2242 dan Jami’ul Ahadits, XXXVIII : 244, No. 41329, lengkapnya sebagai berikut:

عَنْ أَبِى أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ الله  – صلى الله عليه وسلم –   : كَيْفَ بِكُمْ إِذَا طَغَى نِسَاؤُكُمْ وَفَسَقَ شَبَابُكُمْ وَتَرَكْتُمْ جِهَادَكُمْ قَالُوْا وَإِنَّ ذَلِكَ كَائِنٌ يَا رَسُوْلُ الله قاَلَ نَعَمْ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ وَأَشَدُّ مِنْهُ يَكُوْنُ قَالُوْا وَمَا أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا لَمْ تَأْمُرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَلَمْ تَنْهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ…) الحديث + ابن أبى الدنيا بإسناد ضعيف دون وقوله (كَيْفَ بِكُمْ إِذَا أَمَرْتُمْ بِالْمُنْكَرِ وَنَهَيْتُمْ عَنِ الْمَعْرُوْفِ)

Dari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah SAW telah bersabda, “bagaimana keadaanmu apabila istri-istri kamu melawan, pemuda-pemuda kamu fasik, dan kamu meninggalkan jihad kamu?” Mereka menjawab, “wahai Rasulullah sesungguhnya yang demikian pasti terjadi?” Rasulullah SAW menjawab, “Ya, dan demi yang diriku dalam kekuasaan-Nya yang lebih buruk dari itu pun akan terjadi “. Mereka bertanya lagi, “hal yang lebih buruk dari itu apakah gerangan?” Beliau menjawab,” Bagaimana kamu Jika kamu sudah tidak lagi memerintah kepada kebaikan dan tidak lagi melarang dari kemungkaran “.

Hadits dengan periwayatan ini diriwayatkan oleh Ibnu Abu ad-Dunya dengan sanad yang daif.

Selanjutnya didapatkan hadits dengan terdapat perbedaan lafal dari Abu Hurairah sebagai berikut:

عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم كيف بكم إذا فسق شبابكم وطغى نساؤكم قالوا يا رسول الله إن ذلك لكائن قال وشر من ذلك سيكون كيف بكم إذا رأيتم المعروف منكرا و المنكر معروفال

Dari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah SAW telah bersabda “bagaimana keadaanmu apabila pemuda-pemuda kamu fasik dan istri-istri kamu melawan?” Mereka menjawab, “wahai Rasulullah sesungguhnya yang demikian pasti terjadi”. Rasulullah bersabda lagi, “dan lebih buruk lagi dari itu akan ada, bagaimana kamu Jika kamu sudah melihat kebaikan itu kemungkaran dan kemungkaran itu jadi kebaikan”. (Al-Mu’jam al-Kabir, XII: 292, Al Mu’jam Al Ausath, IX: 129, No. 9325)

Di dalam Kitab Majmauz Zawaid wa Manbaul Fawaid, III : 314, diterangkan sebagai berikut: didalam riwayat Abu Ya’la terdapat seorang rawi bernama Musa bin Ubaidah, Ia seorang rawi yang matruk (ditinggalkan oleh para ahli). Lalu, pada riwayat Ath Thabrani ada rawi Jarir bin muslim yang sama sekali tidak aku kenali lalu perawi darinya, yaitu gurunya ath Thabrani yang bernama Hamam bin Yahya pun sama sekali tidak aku kenali. Jadi jelas sekali bahwa secara periwayatan hadits ini daif.

Sumber: ISTIFTA Tanya Jawab Hukum Islam Kontemporer

Admin: Zaenal Mutaqin