//ISTIFTA – Saran untuk Kaum Tertindas

ISTIFTA – Saran untuk Kaum Tertindas

Lembang – hayaatunaa.com

Soal:

Jika kita adalah kaum minoritas, tertindas, dan tidak bebas menjalankan agama. Bagaimana sikap kita?

Jawab:

Disarankan kepada umat Islam agar berada dalam lingkungan muslim. Jika tidak bisa bersabar dan tidak mampu mempertahankan diri, mereka harus berhijrah agar dapat salat berjamaah dan melaksanakan syariat Islam yang berkaitan dengan Ijtimaiyyah (kemasyarakatan). Pada saat suka duka dapat dirasakan bersama. Dan pada saat kita meninggal diharapkan banyak yang mendo’akan. Saran Rasulullah SAW;

عَنْ سَعِيْدِ بْنِ رَافِعٍ بْنِ خَدِيْجٍ, عَنْ أَبِيْهِ, عَنْ جَدِّهِ, قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ الله  ص : الْتَمِسُوْا الْجَارَ قَبْلَ الدَّارِ, وَالرَّفِيْقَ قَبْلَ الطَّرِيْقِ. (رواه الطبراني)

Dari Said bin Rofi’ bin Khadij dari bapaknya dari kakeknya, katanya, Rasulullah SAW bersabda, “Carilah tetangga sebelum mendirikan rumah dan carilah teman sebelum melakukan perjalanan”. (HR ath-Thabrani)

Orang-orang Islam tidak dibenarkan berada di lingkungan kafir apalagi menjadi kaum minoritas dan tertindas. Mereka wajib berhijrah ke tempat yang aman menjalankan akidah, nyaman untuk beribadah, dan tentram dalam bermuamalah. Hijrah adalah sunnah para nabi saat mereka ditindas. Firman Allah,

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظالِمِي أَنْفُسِهِمْ قالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ واسِعَةً فَتُهاجِرُوا فِيها فَأُولئِكَ مَأْواهُمْ جَهَنَّمُ وَساءَتْ مَصِيراً (97) إِلاَّ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجالِ وَالنِّساءِ وَالْوِلْدانِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلا يَهْتَدُونَ سَبِيلاً (98) فَأُولئِكَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ وَكانَ اللَّهُ عَفُوًّا غَفُوراً

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, “Dalam keadaan bagaimanakah kalian ini?” Mereka menjawab, “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata, “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kalian dapat berhijrah di bumi itu?” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas, baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hij’rah). Mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS An-Nisa : 97-99)

Ayat di atas menerangkan tentang orang-orang Islam Mekah yang tidak mau berhijrah, karena sayang harta, keluarga dan pekerjaan. Di sana mereka tertindas sehingga menjadi kaki tangan kaum kafir dan ikut memusuhi orang Islam. Di antara mereka ada yang terbunuh di tangan kaum muslimin.

Sumber: istifta tanya jawab hukum Islam kontemporer

Admin: Zaenal Mutaqin