//ISTIFTA – Siapakah Ya’juj dan Ma’juj itu?

ISTIFTA – Siapakah Ya’juj dan Ma’juj itu?

Lembang – hayaatunaa.com

Soal:

Di Dalam Al-Quran disebutkan Ya’juj dan Ma’juj hidup sebelum Nabi Muhammad SAW, namun dalam hadis disebutkan akan ada lagi pada hari kiamat. Apakah mereka itu sama? Di manakah lokasinya?

Jawab:

Ya’juj dan Ma’juj itu adalah nama dua orang lelaki, kemudian keturunannya menjadi bangsa yang besar. Kata Ibnu Umar Ra, masing-masing dari mereka melahirkan ribuan orang terus-menerus tidak ada yang tahu jumlahnya selain Allah sehingga melahirkan tiga bangsa yaitu Taris, Tawil, dan Minsak (Al Baihaqi). Demikian juga Ibnu Abi Hatim Menjelaskan hal serupa dari Ibnu Mas’ud dari Rasulullah SAW pada hadis shohih, beliau bersabda,

أَبْشِرُوْا فَإِنَّ مِنْ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ أَلْفًا وَمِنْكُمْ رَجُلٌ

“Bergembiralah kalian, karena dari 1000 Ya’juj dan Ma’juj ada seorang diantara kamu.”(HR Al Bukhari dan Muslim)

Maksud hadis di atas, orang baiknya hanya satu, yaitu dari kalangan sahabat. Sebenarnya, tentang Ya’juj dan Ma’juj sudah ada sejak dulu sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran, namun tidak diketahui lokasi mereka tinggal. Firman Allah SWT,

حَتَّى إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُونِهِمَا قَوْمًا لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلا (93) قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا (94) قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا (95) آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا (96) فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا (97) قَالَ هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا (98)

Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Zulqarnain, sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi; maka dapatkah kami memberikan suatu upeti kepadamu, supaya kamu membuat dinding (pemisah) antara kami dan mereka?” Zulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya ialah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat) agar aku membuatkan dinding antara kalian dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulqarnain, “Tiuplah (api itu). Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu.” Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Zulqarnain berkata: “(dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.” (QS Al-Kahfi : 93-98)

Diberitakan bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah dua bangsa yang jahat. Mereka sering melakukan kerusakan di bumi. Diriwayatkan, bahwa mereka suka makan daging manusia (kanibal). Tidak ada seorang atau satu bangsa pun yang mampu menghadapi mereka sehingga Allah mengutus seorang raja yang sholeh, Zulkarnain. ketika Raja Zulkarnain mengunjungi daerah tersebut, orang-orang sekitar yang kurang dimengerti bahasanya meminta kepada Zulkarnain untuk membuat dinding penghalang agar Ya’juj dan Ma’juj tidak dapat menjangkau tempat mereka. Kemudian, Zulkarnain dan tentaranya bersama kaum itu membuat dinding dari besi dan tembaga sehingga tidak dapat ditembus. Kata Zulkarnain, dinding itu suatu saat akan hancur dengan izin Allah SWT. Saat itulah hari kiamat hampir tiba. Firman Allah SWT,

حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ (96) وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ (97

Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata), “Aduhai, celakalah kami. Sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS Al-Anbiya : 96-97)

Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj saat ini masih terkurung di antara dua gunung, namun tidak ada keterangan yang jelas lokasi persisnya di mana. Sekalipun ada yang berpendapat bahwa mereka berada di dataran Cina. Sebagai buktinya, orang Cina sendiri terinspirasi membuat benteng yang membentang di daerah Zhengzhou. Tetapi hal itu baru perkiraan karena tidak ada bukti lain, hanya Allah SWT yang mahatahu. Mengenai waktunya ada yang memperkirakan terjadi pada zaman Nabi Ibrahim AS atau diperkirakan antara tahun 545 SM sampai dengan 539 SM. Al-Quran dan as-Sunnah tidak menjelaskan tentang tempat dan waktu, hanya saja harus kita yakini bahwa Ya’juj dan Ma’juj itu ada pada zaman dulu dan akan ada lagi menjelang hari kiamat.

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِىِّ قَالَ اطَّلَعَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ « مَا تَذَاكَرُونَ » قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ « إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ ». فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ -صلى الله عليه وسلم- وَيَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلاَثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Dari Hudzaifah bin Asid al-ghifari, katanya, Nabi SAW menoleh kepada kami, saat itu kami sedang ngobrol. Sabda beliau, “Apa yang kamu bicarakan?” “Kami sedang membicarakan kiamat,” jawab para sahabat. Sabdanya, “kiamat tidak akan terjadi sehingga kamu melihat sebelumnya 10 tanda” Beliau menyebutkan asap, Dajjal, binatang, matahari terbit dari barat, turunnya Nabi Isa bin Maryam AS, Ya-juj, Ma-juj, 3 gerhana; di Timur, gerhana di barat, gerhana di Jazirah Arab, dan akhirnya adalah api yang keluar dari Yaman yang menyeret manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)

Sumber: Istifta Tanya Jawab Hukum Islam Kontemporer

Admin: Zaenal Mutaqin