//ISTIFTA – Tidak Berjilbab Diragukan Keislamannya atau Disebut Munafik

ISTIFTA – Tidak Berjilbab Diragukan Keislamannya atau Disebut Munafik

Lembang – hayaatunaa.com

Soal:

Terjadi kontroversi tentang hukum memakai kerudung atau jilbab bagi perempuan muslimah titik ada yang berpendapat bahwa perempuan yang tidak berjilbab diragukan keislamannya atau disebut munafik. Mohon penjelasan.

Jawab:

Sebenarnya yang wajib itu bukan berkerudung atau berjilbab, melainkan menutup aurat. Seluruh tubuh perempuan dewasa adalah aurat, tidak boleh terlihat oleh orang lain selain muhrimnya. Firman Allah,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Ahzab : 59)

Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala muka dan dada titik orang-orang Arab dalam kehidupan sehari-harinya biasa mengenakan penutup kepala berupa kain (khimar) bagi perempuan dan sorban bagi laki-laki. Sementara dada dan lehernya tetap terbuka. Kemudian, Allah menyempurnakan pakaian perempuan dengan perintah menutup leher dan dada serta tidak menyuruh membuka yang sudah tertutup.

       قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung. (QS An-Nur : 30-31)

Ayat diatas jelas menyuruh kaum mukminin agar menundukkan pandangannya, jangan memandang aurat wanita, kecuali melihat tidak sengaja atau kebetulan. Demikian juga mukminat agar tidak membuka auratnya, kecuali yang nampak, yaitu wajah dan pergelangan tangan.

Munafik itu ada dua macam, yaitu: i’tiqody dan ‘amaly. I’tiqody adalah orang kafir yang pura-pura Islam (hatinya kafir tetapi perbuatannya seperti Islam). Adapun Amali adalah sebaliknya; orang Islam tapi kelakuannya seperti orang kafir. Muslimah yang tidak menutup aurat dengan sempurna tergolong munafik Amali. Ia termasuk orang yang kafir kepada sebagian ayat. Jadi, pantas jika ia diragukan keislamannya karena ia pun meragukan hukum-hukum Islam.

Sumber: istifta tanya jawab hukum Islam kontemporer
Admin: Zaenal Mutaqin