//ISTIFTA – Unjuk Rasa Kaitan Aqidah, Ibadah, dan Mu’amalah

ISTIFTA – Unjuk Rasa Kaitan Aqidah, Ibadah, dan Mu’amalah

Lembang@hayaatunaa.com

Soal:

Umat Islam sering melakukan demo, diantaranya aksi anti Ahmadiyah dan pornografi. Apakah hal itu termasuk akidah, ibadah, dan mu’amalah?

Jawab:

 

Akidah menurut bahasa adalah ikatan, yang mengikat, simpul tali. Menurut istilah adalah keyakinan dalam hati yang timbul dari sebuah ikatan perjanjian dengan Pencipta. Misalnya, meyakini bahwa Allah itu Esa, tidak memiliki keluarga, tidak ada satu pun makhluk yang sama dan sebanding dengan-Nya; baik dzat, sifat, maupun perbuatan-Nya. Dia-lah Pemilik serta Pengurus alam semesta, Pembuat aturan dan undang-undang. Umat Islam yakin bahwa Muhammad Saw. adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Beliau diutus untuk menjadi rahmat dan uswah hasanah (contoh yang baik) bagi umatnya. Umat Islam pun meyakini bahwa al-Quran adalah kitab Allah yang terjaga kemurniannya sampai akhir zaman. Al-Quran dijadikan sebagai pedoman dan petunjuk jalan menuju kebahagiaan yang sesungguhnya. Di sana dicantumkan segala aturan kehidupan untuk meraih kebahagiaan itu.

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا (9) وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (10)

Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh, bahwa bagi mereka ada pahala yang besar; dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.

Ibadah arti asalnya adalah taat, tunduk, melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan. Sedangkan menurut istilah, ibadah adalah nama yang meliputi segala bentuk kegiatan yang dicintai Allah dan diridai-Nya, apakah amal hati, lisan, atau perbuatan. Seperti berdo’ a, salat, membaca al-Quran, serta mencari rezeki yang halal. Mu’amalah arti asalnya adalah bergaul, saling memberi, dan memperhatikan orang lain. Menurut istilah, mu ’amalah adalah hubungan muslim dengan alam sekitarnya, berupa sikap dan perbuatan.

Akidah, ibadah, dan mu ’amalah itu saling berkaitan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Seseorang tidak akan diterima sebaik apapun ibadahnya bila ia tidak meyakini bahwa Allah itu memiliki sifat-sifat ketuhanan yang sempurna, suci dari kesalahan, kekurangan, dam kelemahan. Demikian juga mu’amalah seseorang harus lahir dari akidah yang benar. Tidak akan menjadi amal saleh dan berpahala sumbangan seorang musyrik atau kafir sebesar apapun yang ia keluarkan.

Kaum kafir Quraisy merasa bangga bisa mengurus masjid Haram dan menjamu jamaah haji. Mereka berkeyakinan bahwa amalnya itu lebih utama daripada kaum muslimin yang berada di Madinah jauh dari Makkah. Sebagai jawabannya Allah menurunkan ayat,

أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (19)

Apakah (orang-orang ) yang memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram, kalian samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim.

Kafir Quraisy meyakini adanya Allah, bahkan mereka selalu bersumpah dengan nama-Nya. Mereka disebut kafir karena tidak beriman kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai utusan terakhir dan tidak mempercayai kebenaran yang dibawa beliau.

Umat Islam yang berdemo anti Ahmadiyah dan pornografi, kaitannya dengan akidah. Kaum Muslimin merasa akidahnya dilecehkan. Kami berkeyakinan bahwa tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad Saw. Orang yang mengaku ada nabi baru berarti telah merendahkan ucapan Nabi Muhammad Saw. “Tidak ada nabi setelahku”. (HR al-Bukhariy, Muslim, dan yang lainnya)

Demikian juga tentang pornografi. Islam telah menetapkan aurat laki-laki dan perempuan yang harus ditutup, dan kaum muslimin diperintah untuk menundukkan pandangan. Jadi, para pengumbar aurat dan para pendukungnya adalah setan yang wajib dimusuhi. Kami pun bertanggung jawab terhadap kehormatan negeri ini dan generasi selanjutnya, jangan sampai mereka terjerumus ke lembah dosa.

Berdemo mempertahankan akidah yang benar adalah ibadah dan bentuk mu’amalah dalam rangka menyelamatkan sesama.

Sumber: ISTIFTA (Tanya Jawab Hukum Islam Kontemporer)

 Admin: Zaenal Mutaqin