//Kader Persis Lembang Menatap Masa Depan

Kader Persis Lembang Menatap Masa Depan

KADER PERSIS LEMBANG MENATAP MASA DEPAN

 

LEMBANG(Hayaatunaa.com)-

PILAR KEKUATAN AL-JAMA’AH

  1. Umat
  2. Imamah dan imarah
  3. Syura (musyawarah)
  4. Ta’at dan bai’at (panduan hidup berjama’ah, hlm. 25-90)

DOKTRIN JAM’IYYAH

  1. Mengembalikan umat kepada Al-Quran dan As-Sunnah.
  2. Melakukan amar ma’ruf nahyi munkar.
  3. Menghidupkan dan memelihari ruhul jihad, ijtihad, dan tajdid.
  4. Membentuk ashhabun dan hawariyun.
  5. Mengembangkan pendidikan dan dakwah.
  6. Menghidupkan kegiatan syari’ah ijtima’iyyah.
  7. Memperkaya perpustakaan islam. (panduan hidup berjama’ah, hlm. 138-146)

TUJUAN DAKWAH RASULULLAH SAW.

  1. Membentuk kepribadian islami.
  2. Salimul aqidah
  3. Shahihul ibadah
  4. Matinul khuluq
  5. Qawiyul jismi
  6. Matsaqafatul fikri
  7. Jihadun li nafsi
  8. Harisun ala waqtihi
  9. Qadirun alal kasbi
  10. Husnu li syunihi
  11. Anfa’u linnas
  12. Membentuk keluarga islami.
  13. Membentuk masyarakat islami.
  14. Membentuk khilafah islamiyyah.
  15. Menjadi guru dunia. (kado untuk mubaligh teko, hlm. 75)

PROBLEMATIKA ORGANISASI

  1. Aspek pergerakan
  2. Lemahnya aspek tarbiyah
  3. Tidak proporsional dalam menempatkan anggota
  4. Tidak memberdayakan semua anggota
  5. Lemahnya kontrol
  6. Kurang sidap dalam menyelesaikan persoalan
  7. Konflik internal
  8. Pemimpin lemah
  9. Aspek individu
  10. Watak yang indisipliner
  11. Takut miskin
  12. Sikap berlebihan
  13. Sikap menganggap enteng
  14. Ghurur dan senang tampil
  15. Cemburu terhadap orang lain
  16. Pitnah senjata/kekuatan
  17. Aspek external
  18. Tekanan tribulasi
  19. Tekanan keluarga
  20. Tekanan lingkungan
  21. Tekanan gerakan destruktif
  22. Tekanan dari figuritas. (fathi yakan, yang berjatuhan di jalan dakwah, hlm. 51-132, kado untuk mubaligh teko, hlm. 74)

KIAT MEMPERTAHANKAN AL-JAMA’AH

  1. Ada kesamaan visi dan misi.
  2. Berjuang dengan ikhlas hanya semata-mata karena allah.
  3. Rela mengorbankan kepentingan pribadi demi keutuhan jam’iyyah.
  4. Sejak awal sudah siap untuk mewaqafkan diri untuk kepentingan jama’ah karena allah.
  5. Rela meniadakan diri untuk mewujudkan sesuatu.
  6. Senantiasa menjaga silaturahmi.
  7. Tidak mudah su-uzhan terhadap yang lain dan selalu mengadakan tabayun (klarifikasi).
  8. Berusaha menghargai jasa orang lain sekecil apapun dan berlapang dada untuk memaafkan kesalahan orang lain.
  9. Berani mengkritik dan rela dikritik.
  10. Berani memimpin dan siap dipimpin. (KH. A. Zakaria, majalah risalah, juni 2016)

PROBLEM PEMUDA SECARA GLOBAL

  1. Problematika internal :
  2. Sikap kurang perhatian terhadap aturan islam yang bersumber al-quran dan sunnah rasulullah saw.
  3. Krisis iman dan akhlaq karena kurangnya kesiapan mental.
  4. Hilangnya rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap masa depan islam, akibat dari pendidikan yang telah dipengaruhi faham luar.
  5. Problematika eksternal :

Sekulerisme, westernisme, kapitalisme, marksisme, serta faham lainnya yang menerapkan strategi ghazul fikri (invasi pemikiran). (subhan nurdin, sejarah pemuda persis, 99)

PROBLEM PERSIS SECARA UMUM

  1. Pendekatan dakwah yang terkesan keras.
  2. Konsep atau pemikiran yang menyatakan “tidak perlu banyak, lebih baik sedikit tapi berkualitas”.
  3. Wacana yang banyak dikembangkan di tengah umat, tentang tidak perlu hidup berjam’iyyah, dengan dalih dan alasan tidak ada nash atau perintah untuk itu.
  4. Stigma atau tuduhan bahwa jam’iyyah itu “firqah” dengan konotasi negatif.
  5. Masih rendahnya kesadaran, kemauan dan upaya para anggota persis untuk mengajak dan melibatkan para anggota keluarganya dalam kegiatan jihad jam’iyyah.
  6. Secara historis persis adalah sebuah harakah tajdid, dengan perjalanan sejarah panjang dan telah mengalami pasang surut, bahkan tidak sedikit yang menilai bahwa persis telah stagnan dan mapan, agak lepas dari ide dasar tajdid, yakni dinamika dan progresivitas. (KH. Drs. Shiddiq amien, sejarah pemuda persis, hlm. 100-104)

PROBLEM INTERNAL PEMUDA PERSIS

  1. Lemahnya generasi muda islam dalam bidang pemikiran, baik pemikiran pada tataran konseptual filosofis maupun perencanaan strategis.
  2. Lemahnya kepemimpinan dan managerial skill karena ada di antara organisasi pemuda islam yang mengalami krisis kepemimpinan disebabkan lemahnya pengkaderan.
  3. Belum tumbuhnya jiwa enterpreuneurship (kewirausahaaan) di kalangan generasi muda islam untuk melahirkan kelas menengah ekonomi islam yang pada gilirannya dapat menciptakan bangsa yang mandiri dan kompetitif.
  4. Belum terjalinnya komunikasi dan kerjasama di antara organisasi pemuda islam. (KH. Latif muchtar, sejarah pemuda persis, hlm. 109)

KIAT PEMUDA PERSIS DALAM HARAKAH DAKWAH

  1. Membangkitkan semangat ruhaniyah (al-yaqdzah al-ruhiyah)
  2. Penanaman pendidikan islam (tarbiyah islamiyah)
  3. Penguasaan wawasan islam (ta’ammuq tsaqafah islamiyah)
  4. Membina kaderisasi kepemimpinan harakah islam (qiyadah harakah islamiyah)
  5. Menanamkan kepribadian militan (syakhsiyah jundiyah)
  6. membentuk organisasi yang rapi (bina quwwatu tandzimiyyah)
  7. melatih para pemuda islam agar berjiwa istiqomah dan shabar (itsbat al-istiqomah wa al-shabri)
  8. menyadari bahwa dakwah penuh dengan ujian.
  9. Meneladani kesabaran para ulama dan pejuang islam terdahulu.
  10. Mengendalikan diri dari sifat yang dapat merusak kesabaran seperti pemarah, pendendam, mengeluh dan putus asa. (subhan nurdin, sejarah pemuda persis, hlm. 111-114)

KADER PERSIS LEMBANG MENATAP MASA DEPAN

  1. Pemuda/i persis lembang harus memiliki berbagai program yang dapat meningkatkan ukhuwah di lingkungan internal jam’iyyah.
  2. Pemuda/i persis lembang harus menjadi pelopor yang kreatif, inopatif dan progresif sehingga tampil di garda terdepan dalam perjuangan merealisasikan cita-cita luhur jam’iyyah Persis.
  3. Pemuda/i persis lembang yang sebagian besar anggotanya dari alumni pesantren dan keluarga persis harus menghidupkan tradisi ilmiah dalam rangka kaderisasi ulama dan implementasi quran sunnah.
  4. Pemuda/i persis lembang yang minim kader, pengetahuan, dan contoh dalam persoalan jam’iyyah harus mampu menggali berbagai sumber kejam’iyyahan, sehingga memiliki wawasan jam’iyyah yang luas dan mampu menjadikan pemuda /i persis lembang sebagai ormas yang diperhitungkan, baik di lingkungan internal jam’iyyah maupun di luar jam’iyyah.

 

ORIENTASI PROGRAM KERJA

  1. Membangun sinergitas antar tasykil, pimpinan jama’ah dan anggota.
  2. Membangun kerjasama dengan pihak lain, baik internal jam’iyyah (PC Persis Lembang & otonom) ataupun eksternal jam’iyyah (lembaga pemerintahan dan non pemerintahan).
  3. Meningkatkan partisipasi jam’iyyah terhadap persoalan-persoalan keumatan di kec. Lembang.
  4. Terciptanya iklim kerja yang kondusif, efektif dan efesien di lingkungan PC. Pemuda/i persis lembang sebagai prasyarat untuk terealisasinya visi dan misi jam’iyyah serta program kerja jam’iyyah yang sudah diamanatkan.
  5. Pembinaan, yaitu mengadakan daurah jam’iyyah dalam upaya untuk membina, mengarahkan dan membangkitkan kembali ghirah jihad serta memperluas wawasan jam’iyyah anggota pemuda/i persis lembang.

 

PROGRAM KERJA INTI

  1. Pembinaan secara intern prinsip-prinsip berimamah dan berimarah di tiap-tiap jama’ah.
  2. Upaya peningkatan ekonomi cabang.
  3. Upaya penataan kantor dan administrasi cabang.
  4. Rutinitas rakor staf pimpinan cabang dan jama’ah.
  5. Optimalisasi jam ngantor.
  6. Penerimaan anggota.
  7. Peningkatan kualitas keilmuan anggota pemuda.
  8. Optimalisasi iuran wajib anggota.

 

Ahmad Wandi, Ketua Pc Pemuda Persis Lembang

Nyampay, 22 Juni 2016/17 Ramadhan 1437 Pkl. 07.00 Ba’da Kuliah Shubuh Di Mesjid Ar-Rosyid.

Disampaikan dalam acara “Silaturahmi Jam’iyyah Pemuda Pemudi Persis Lembang”, Selasa, 22 Juni 2016/17 Ramadhan

1437 Di Rumah Makan Sukahati, Lembang.