//Kata Siapa Politik Itu Bukan Masalah Agama ?!

Kata Siapa Politik Itu Bukan Masalah Agama ?!

Ada orang-orang yang mencoba beropini bahwa agama jangan dicampur politik, atau jangan bawa-bawa agama dalam masalah politik, karena agama itu suci, sedangkan politik itu kotor. Ini adalah ideologi sekuler yang basi dan justru menjadi biang kerok kotornya politik.

Politik jadi amburadul dan kotor karena mereka yang tidak membawa nilai dan moral agama ke dalamnya. Mereka sok melindungi agama dari kotoran, padahal mereka sendiri paling benci kepada hal-hal yang berbau agama.

Ketahuilah agama sudah ada yang menjaga, para ulama, pejuang, da’i, dan umat yang istiqamah. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًا

Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! (Qs. An Nisa: 71)

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Nabi ﷺ berdoa:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أمْرِ أُمَّتِي شَيْئاً فَشَقَّ عَلَيْهِمْ ، فاشْقُقْ عَلَيْهِ ، وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ ، فَارفُقْ بِهِ

Ya Allah, barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia mempersulit mereka maka persulitlah dia, dan barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia berlaku baik kepada mereka, maka, perlakukanlah dia dengan baik pula. (HR. Muslim No. 1828, Ahmad No. 24622, Ibnu Hibban No. 553, Abu ‘Uwanah No. 7025)

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ

“Ada segolongan (thaifah) umatku yang senantiasa di atas kebenaran, tidaklah memudharatkan mereka orang-orang yang memusuhi mereka, sampai Allah datangkan urusannya (kiamat), dan mereka tetap demikian.” (HR. Muslim No. 1920, At Tirmidzi No. 2229, Ibnu Majah No. 6)

Orang-orang sekuler ini pakai agama jika ada maunya. Mau pilkada atau pilpres, baru deh pakai jilbab, ke masjid, deket-deket ulama. Padahal kemarin-kemarin membenci ini semua, mereka tidak sadar sebagai penjual agama sebenarnya.

Perjanjian Hudaibiyah, Piagam Madinah, adalah contoh kepiawaian politik Rasulullah saw. Di masjid, baginda nabi mengatur strategi peperangan, latihan perang, menerima rombongan tamu dari Bani Najran, mendamaikan para sahabat yang bertikai hutang piutang, dan sebagainya.

Berbeda dengan pahlawan kemaleman orang-orang sekuler yang seenaknya mengatakan: “Di masjid ibadah aja dan dzikir, tidak usah membicarakan politik .. ,”. Menurutnya, Agama itu urusan pribadi dan Tuhannya, kata mereka …, negara tidak usah turut campur ..

Maaf .., pemikiran itu bukan dari Islam, jika mengaku muslim maka perhatikanlah ayat: kutiba ‘alaikumul qishash – wajib atasmu melakukan qishash .. atau “wa idza hakamtum bainan naas antahkumuu bil ‘adl – jika kalian memutuskan hukum diantara manusia maka berhukumlah dengan adil ..

Ayat ini bukan domain wewenang pribadi, rt rw, atau DKM masjid, tapi wewenang Daulah-negara .., artinya agama dan politik tidak dipisahkan dalam Islam

Masalah politik dan kepemimpinan adalah bagian integral dari ajaran islam. Rasulullah ﷺ bersabda :

لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ

”Ikatan (ajaran) Islam akan lepas satu demi satu. Manakala lepas satu ikatan, akan diikuti dengan lepasnya ikatan yang lainnya. Ikatan Islam yang pertama kali lepas adalah pemerintahan, dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad)

Masihkah anda teringat dengan Faraj Faudah, tokoh sekuler di Mesir, yang terbunuh. Syaikh Muhammad Al Ghazali Rahimahullah, ulama terkenal di Mesir, ditanya sebagai saksi ahli tentang pembunuhan itu .., dan dia mengatakan: bahwa sekuler itu murtad, keluar dari agama .. !!

Imam Hasan Al Banna Rahimahullah berkata:

الإسلام نظام شامل … يتناول مظاهر الحياة جميعا .. فهو دولة ووطن أو حكومة وأمة ، وهو خلق وقوة أو رحمة وعدالة وهو ثقافة وقانون أو علم وقضاء ، وهو مادة و ثروة أو كسب وغنى ، وهو جهاد ودعوة أو جيش وفكرة ، كماهو عقيدة صادقة وعبادة صحيحه سواء يسواء .

Islam adalah tatanan sempurna yang meliputi seluruh dimensi hidup. Islam adalah negara dan tanah air, pemerintahan dan rakyat, akhlak dan kekuatan, rahmat dan keadilan, wawasan dan undang-undang, ilmu dan ketetapan, materi dan kemakmuran, pencaharian dan kekayaan, Islam juga jihad dan da’wah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana dia juga aqidah yang jujur dan ibadah yang benar, tidak lebih tidak kurang. (Ushulul ‘Isyrin No. 1)

Kita tidak boleh tertipu oleh mereka yang tidak suka dengan islam dan kesempurnaan ajarannya. Al-Mawardi dalam Al-Ahkam Al-Sultoniyah, hlm. 5, menyatakan:

الإمامة موضوعةٌ لِخلافة النُّبوة في حراسة الدِّين وسياسة الدُّنيا، وعقدها لِمن يقوم بها في الأُمَّة واجب

Imamah atau kepemimpinan itu diletakkan sebagai ganti kenabian dalam menjaga agama dan politik dunia, mengangkat pemimpin dari individu yang dapat melaksanakan tujuan itu adalah wajib.

Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata,

وأن يكون مسلما لأن الله تعالى يقول ولن يجعل الله للكافرين على المؤمنين سبيلا والخلافة أعظم السبيل ولأمره تعالى بإصغار أهل الكتاب وأخذهم بأداء الجزية وقتل من لم يكن من أهل الكتاب حتى يسلموا

“Syarat pemimpin haruslah seorang muslim, karena Allah ta’ala berfirman, ‘Dan Allah sekali-kali tidak memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman.’ (An-Nisa: 141). Dan kepemimpinan adalah sebesar-besarnya jalan (untuk menguasai kaum muslimin).” [Al-Fishol, 4/128]

Wallahul Musta’an ..!!

By : Ahmad Wandi