//KITA BERADA DIDALAM PREDIKSI NABI SAW.

KITA BERADA DIDALAM PREDIKSI NABI SAW.

LEMBANG (HAYAATUNAA.COM) – Disadari ataupun tidak, kita merupakan Ummat penghujung zaman. Sebagaimana sabda Nabi yang merupakan suatu prediksi yang tidak akan pernah meleset, dipenghujung zaman mau tidak mau kita dihadapkan dengan beragam fitnah yang timbul sesuai dengan sabda Nabi SAW. :

Dari Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah SAW. bersabda, ‘Sudah hampir sampai suatu masa dimana tidak tinggal lagi daripada Islam ini kecuali hanya namanya, dan tidak tinggal daripada Al-Quran itu kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka terbangun indah, tetapi ia kosong daripada hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong (naungan) langit. Dari mereka berawal fitnah, dan kepada mereka fitnah ini akan kembali.’ (HR. Baihaqi).

Perkara akhir zaman yang dikhawatirkan Nabi SAW. Ini akhirnya terjadi ditengah-tengah kita. Betapa mengerikannya bila ‘islam’  sudah hanya tinggal nama saja, ketika Al-Qur’an sudah dianggap koran hanya tinggal tulisannya saja, berarti manusia sudah tidak butuh dengan mutiara-mutiara Illahi yang terkandung didalam Al-Qur’an, adapula yang hanya membacanya tapi tidak menyerap isi, mengamalkan, apalagi mendakwahkannya. Ini tak ubahnya seperti tumpukan koran yang lusuh tertelan oleh zaman.

Umat islam yang merupakan mayoritas di negeri ini, pastinya masjid-masjid tersebar dimana-mana, namun nyatanya kini masjid banyak yang megah nan luas, namun tidak sebanding dengan penghuninya. Tidak ingin terpuruk dengan keadaan, akhirnya ummat islam yang dimotori oleh para ulama kini bisa bangkit. Dengan mengusung tekad spirit 212 dimulai dengan gerakan sholat subuh berjamaah dirasa melegakan hati. Karena kunci kebangkitan ummat islam itu adalah ketika sholat subuh sama seperti sholat jum’at bahkan lebih daripada itu.

Namun saat ini, fitnah yang menimpa umat islam seakan tidak pernah surut. Pasalnya, dari beberapa rentetan peristiwa yang terjadi di negeri ini, ummat islam selalu turut dan menjadi bagian penting didalamnya. Dimulai dari seseorang yang ‘kotor mulutnya’ menista Al-Qur’an surat al-Maidah 51 yang berbuntut panjang hingga kini, sampai pada peristiwa yang menjadi ‘trending topic’ adalah pengadu-dombaan sesama anak bangsa yang diduga didalangi oleh pihak ketiga yang ingin menghancurkan NKRI dan Ummat islam. Serta para penguasa yang dinilai sudah tidak pro kepada rakyat dan hanya mementingkan diri sendiri. Dan yang lebih parahnya lagi para penguasa seakan memarjinalkan umat islam, menuduh islam sebagai biang dari kegaduhan.

Ini merupakan sinyalemen prediksi Nabi SAW tentang beragam peristiwa akhir zaman, nampaknya sudah tidak diragukan lagi gejala-gelaja yang digambarkan Nabi 14 abad yang lalu akan hadir sesaat lagi. Bukan malah semakin takut, justru kita harus semakin bersemangat dan berapi-api dalam menegakan hak setinggi-tingginya.

Mudah bagi Allah SWT untuk melenyapkan mereka yang berbuat durhaka dan dzalim, tetapi Allah tengah menguji keimanan dan ketaqwaan kita, apakah kita ingin tidak ? niat tidak ? peduli tidak ? untuk membela Agama Allah dan menegakkan izzul islam wal muslimin …

Wallohu’alam

Zaenal Muttaqin, Lembang 19 Januari 2017

hayaatunaa.com