//Mandi Untuk Haji Sebelum Tanggal 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah) – Fatwa Dewan Hisbah 2016

Mandi Untuk Haji Sebelum Tanggal 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah) – Fatwa Dewan Hisbah 2016

LEMBANG(Hayaatunaa.com) –

KEPUTUSAN DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM

No. 020 Tahun 1438 H. / 2016 M.

Tentang:

MANDI UNTUK HAJI SEBELUM TANGGAL 8 ZULHIJJAH (HARI TARWIYAH)

بسم الله الرحمن الرحيم

Dewan Hisbah Persatuan Islam Pada Sidang Lengkap, di gedung H2QM Pesantren Persis Ciganitri, Kabupaten Bandung tanggal 28-29 Rabi’ul Awwal 1438 H/ 28-29 Desember 2016 M setelah :

MENIMBANG:

  1. Adanya pertanyaan dan keraguan dari Umat, apakah mandi untuk haji sebelum tanggal 8 Zulhijjah (Hari Tarwiyyah) adalah mandi yang disyariatkan atau tidak.
  2. Adanya kendala teknis untuk melaksanakan mandi ihram pada tanggal 8 Zulhijjah
  3. Dewan Hisbah berkewajiban untuk menjawab persoalan tersebut.

MENGINGAT:

  1. Hadis

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُحْرِمَ غَسَلَ بِخِطْمِيٍّ وَأَشْنَانٍ وَدَهَنَهُ بِشَيْءٍ مِنْ زَيْتٍ غَيْرِ كَثِيرٍ

Dari ‘Aisyah ra telah mengkhabarkan kepada kami, ia (‘Aisyah) berkata: Keadaan Rasulullah saw apabila hendak ihram, beliau mencuci rambutnya dengan khathmiy dan usynan (keduanya jenis tumbuhan) dan beliau membasahinya dengan sedikit minyak. (R. Ahmad, Musnad Ahmad, 6/50).

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ نُفِسَتْ أَسْمَاءُ بِنْتُ عُمَيْسٍ بِمُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ بِالشَّجَرَةِ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَا بَكْرٍ يَأْمُرُهَا أَنْ تَغْتَسِلَ وَتُهِلَّ

Dari ‘Aisyah ra, ia telah berkata: Asma binti Umais telah nifas disebabkan melahirkan Muhammad bin Abi Bakar di asy-Syajarah, lalu Rasulullah saw menyuruh Abu Bakar memerintah Asma untuk mandi dan berihlal. (Hr. Muslim, Sahih Muslim, 6/211)

عن جابر بن عبد الله….فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَثَ تِسْعَ سِنِينَ لَمْ يَحُجَّ ثُمَّ أَذَّنَ فِي النَّاسِ فِي الْعَاشِرَةِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَاجٌّ فَقَدِمَ الْمَدِينَةَ بَشَرٌ كَثِيرٌ كُلُّهُمْ يَلْتَمِسُ أَنْ يَأْتَمَّ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَعْمَلَ مِثْلَ عَمَلِهِ فَخَرَجْنَا مَعَهُ حَتَّى أَتَيْنَا ذَا الْحُلَيْفَةِ فَوَلَدَتْ أَسْمَاءُ بِنْتُ عُمَيْسٍ مُحَمَّدَ بْنَ أَبِي بَكْرٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ أَصْنَعُ قَالَ اغْتَسِلِي وَاسْتَثْفِرِي بِثَوْبٍ

 

Dari Jabir bin Abdillah …berkata Sesungguhnya Rasulullah diam tidak melaksanaka haji selama sembilan tahun, kemudian beliau mengumumkan kepada orang-orang pada tahun kesepuluh bahwa Rasulullah saw akan melaksanakan haji. Maka datanglah orang banyak ke Madinah semuanya berusaha untuk mengikuti Rasulullah saw dan mengamalkan seperti yang dilakukan beliau.. kemudian kami keluar bersama beliau sehingga kami datang ke Dzulhulaifah, lalu Asma binti Humais melahirkan Muhammad bin Abu Bakar, lantas Asma mengutus (utusan) kepada Rasulullah – Apa yang harus saya lakukan? – Beliau bersabda:”Mandilah dan bercawatlah kamu dengan pakaian” … (Hr. Muslim, Sahih Muslim, 6/245).

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ لَا يَقْدَمُ مَكَّةَ إِلَّا بَاتَ بِذِي طَوًى حَتَّى يُصْبِحَ وَيَغْتَسِلَ ثُمَّ يَدْخُلُ مَكَّةَ نَهَارًا وَيَذْكُرُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ فَعَلَهُ

Abu Rabi’ az-Zahraniy telah menceriterakan kepada kami, Hammad telah menceriterakan kepada kami, Ayyub dari Nafi telah menceriterakan kepada kami, bahwa Ibnu Umar tidak datang ke Makkah melainkan ia tidur di Dzu Thawa hingga subuh dan mandi, kemudian masuk ke Makkah siang Hari dan ia menyebutkan keadaan Nabi saw, bahwa beliau melakukannya. (H.R. Muslim, Sahih Muslim, 6/334).

  1. Kaidah

الفعل المجرد لا يفيد الوجوب

Semata-mata perbuatan (Rasul saw) tidak menunjukan kepada wajib

MEMPERHATIKAN:

  1. Sambutan dan pengantar dari Ketua Umum PP.Persis KH. Aceng Zakaria yang menyarankan segera diputuskan masalah hukum ‘Mandi Untuk Haji Sebelum Tanggal 8 Zulhijjah (Hari Tarwiyyah)’,
  2. Sambutan dan pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah KH.Muhammad Romli.
  3. Pemaparan dan pembahasan makalah tentang ‘Mandi Untuk Haji Sebelum Tanggal 8 Zulhijjah (Hari Tarwiyyah)’ yang disampaikan oleh Drs. K.H. Udin Jalaluddin, M.Ag.
  4. Pengujian dan pandangan para peserta sidang terhadap dalil, wajh al-dilalah, metode istinbat serta kesimpulan makalah ‘Mandi Untuk Haji Sebelum Tanggal 8 Zulhijjah (Hari Tarwiyyah)’.

Atas dasar semua konsideran di atas, maka dengan bertawakal kepada Allah, Dewan Hisbah Persatuan Islam

MENGISTINBATH:

  1. Mandi sebelum ihram disyariatkan
  2. Mandi sebelum tanggal 8 Zulhijjah diperbolehkan

Demikian keputusan Dewan Hisbah mengenai masalah tersebut dengan  makalah terlampir.

الله يأخذ بأيدينا الى ما فيه خير للإسلام و المسلمين

 

Bandung, 29 Rabi’ul Awwal 1438 H. / 29 Desember 2016 M.

                 DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM

        Ketua,                                                                                        Sekretaris,

 

 

  1. MUHAMMAD ROMLI                                                   KH.ZAE NANDANG

NIAT : 01.02.08301.094                                                                   NIAT :01.02.13511.018