//Memahami Butiran Makna Bai’at Pemuda Persis

Memahami Butiran Makna Bai’at Pemuda Persis

BAI’AT ANGGOTA PEMUDA PERSIS

http://wp.me/p8p0O3-Fs

LEMBANG(Hayaatunaa.com) – inilah keenam butir bai’at (janji setia) seorang anggota pemuda persis yang harus selalu tertancap dalam hati sanubari. diadopsi dari inti sari Qur’an Hadis, maka seharusnya kita harus semakin yakin dengan jam’iyyah ini, karena dengan memegang erat janji setia ini, maka jam’iyyah pemuda akan selalu berada dalam koridor yang selalu ada dibawah naungan Allah SWT. apa sajakah butiran jani setia itu? mari kita simak ulasannya :

  1. Senantiasa bersedia menjadi hamba Allah yang mengamalkan syari’ah islam dengan semestinya, penuh tanggung jawab. Menjadi uswatun hasanah bagi keluarga dan masyarakat dalam aqidah, ibadah, dan mu’amalah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (208) [البقرة : 208]

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-baqarah :208)

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (21) [الأحزاب : 21]

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-ahzab :21)

  1. Bersedia menjadi mujahid da’wah yang akan memelihara dan memakmurkan mesjid serta membasmi munkarat, bid’ah, khurafat, takhayul, taqlid, dan syirik, demi pemurnian ajaran islam berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah.

Mujahid adalah orang yang mengikhlaskan diri untuk memahami atau mempelajari, mengamalkan, dan medakwahkan islam dengan istiqomah dan siap menjadi penolong sekaligus pembela dalam mempertahankan agamanya. (tafsir QA, hal. 50)

لَكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ وَأُولَئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (88) [التوبة : 88]

Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. At-taubah :88)

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ مَنْ مَرَّ عَلَيَّ شَرِبَ وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَأَقُولُ إِنَّهُمْ مِنِّي فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي  – ر البخاري

Dari Sahal bin Sa’ad ra berkata, bersabda Nabi saw : Sesungguhnya aku akan mendahului kalian sampai di sebuah telaga, barangsiapa yang mendekat kepadaku akan bisa  minum, barangsiapa yang minum tidak akan haus lagi. Kemudian akan digiring kepadaku sekelompok orang yang aku mengenalinya, dan mereka mengenali aku, tapi kumudian antara aku dengan mereka dihalangi. Lalu aku berkata : Sesungguhnya mereka adalah dari umatku. Lalu dikatakan : Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang mereka ada-adakan (dalam agama) sesudah engkau tiada. Maka aku menyuruh : menjauhlah, menjauhlah hai orang-orang yang merubah-rubah (agama) sesudahku.  ( HR.Al-Bukhari)

عَنْ سُوَيْدِ بْنِ غَفَلَةَ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَأْتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ فَأَيْنَمَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْرٌ لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ – ر احمد والبخاري

Dari Suwaid bin Ghaflah berkata, berkata Ali ra : Aku mendengar Rasulullah saw bersabda : “ Akan datang di akhir zaman orang-orang dengan muda usia,  buruk akhlak, mereka bicara dengan ayat-ayat al-Qur’an, tapi sudah lepas jauh dari ajaran Islam, seperti lepasnya anak panah dari busurnya, imannya tidak melewati tenggorokannya ( hanya di lidah ) . Di mana saja kamu bertemu dengan mereka perangilah mereka, sesungguhnya memerangi mereka itu akan mendapat pahala pada hari kiamat. “ HR. Ahmad dan Al-Bukhari.

  1. Memelihara dan mengembangkan ruh jihad dengan melakukan amar ma’ruf nahyi munkar dalam segala ruang dan waktu, membela dan menyelamatkan ummat islam dari gangguan lawan-lawan islam atau aliran/ gerakan yang mengancam islam dan umat islam dengan cara haq dan ma’ruf sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ(آل عمران 104)

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali imran : 104).

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ.

Barangsiapa di antara kamu melihat kemunkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika dia tidak mampu, maka dengan lidahnya, jika dia tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman.(Tafsir Al Quranul Adzim 1/390).

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ(78)كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ(79)

“Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.”(QS. Al-maidah :78-79)

  1. Bersedia menjadi ashabun dan hawariyyun islam, dengan menyediakan harta dan jiwa untuk berjuang di jalan allah subhanahu wa ta’ala.

Ashabun adalah sahabat yang menyertai dan mengikuti seseorang dalam suka dan duka. Hawariyun adalah orang yang mengikhlaskan diri untuk melakukan pembelaan dan memberikan pertolongan tanpa diminta serta siap kapan dan di manapun juga.

Jadi, yang dimaksud menjadi ashabun dan hawariyun islam berarti harus memiliki katerikatan tinggi terhadap syariat islam serta senantiasa membelanya dari segala bentuk gangguan dan penyimpangan terhadapnya. (tafsir QA, hal. 51)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ (14)  [الصف : 14]

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (QS. Ash-shaf :14)

  1. Akan senantiasa taat kepada Allah, Rasul, dan pemimpin kami selama tidak menyimpang dari al-Quran dan as-Sunnah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا (59)  [النساء : 59]

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-nisa : 59)

اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنِ اسْتُعْمِلَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ كَأَنَّ رَأْسَهُ زَبِيبَةٌ – ر أحمد والبخاري عن أنس

Dengarkan dan taatilah, meskipun kamu dipimpin oleh seorang hamba, orang habsyi yang kepalanya seperti kismis ( HR. Ahmad dan Al-Bukhari dari Anas ra )

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ حَقٌّ مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِالْمَعْصِيَةِ فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ – ر مسلم

Dari Ibnu Umar ra dari Nabi saw bersabda : Wajib mendengar dan taat (kepada pemimpin) selama tidak diperintah kepada maksiat. Jika Ia memerintah kepada maksiat, maka jangankan taat mendengarnyapun jangan.” (HR.Muslim).

  1. Mendahulukan kepentingan islam dan umat islam, sesuai dengan motto kami “ana muslimun qobla kulli syai’in”. (saya muslim sebelum melaksanakan sesuatu).

Maksudnya adalah sebelum melakukan sesuatu, anggota pemuda persis harus mendahulukan prinsip-prinsip sebagai seorang muslim, sehingga setiap langkah dan tindakannya merupakan cerminan dari pribadi seorang muslim, bahwa seorang pemuda persis senantiasa mendahulukan dan menjunjung tinggi identitas keislamannya di atas segala sesuatu. Oleh karena itu, kepentingan islam dan umat islam didahulukan di atas kepentingan diri sendiri maupun keluarga. Demikian juga identitas islam didahulukan dari semua identitas yang lain, seperti identitas profesi, status sosial, kesukuan, maupun kebangsaan. Pemuda persis harus berani menyatakan dan meng-izharkan keislamannya dalam setiap situasi dan kondisi meskipun pada saat manusia sudah berpaling dari identitas keislaman mereka. Sebagaimana dipesankan oleh al-quran, “Dan jika mereka berpaling maka katakanlah, saksikanlah oleh kamu sekalian bahwa kami adalah orang-orang muslim.” (tafsir QA, hal. 50)

 

Nyampay, 7 April 2013

Ahmad Wandi, disampaikan dalam acara “Silaturahmi Pemuda Persis Lembang” pada hari Ahad, 7 April 2013 di Masjid Istiqomah Lembang.