//Trinitas Dalam Perspektif Al-Quran dan Al-Kitab (bagian 3)

Trinitas Dalam Perspektif Al-Quran dan Al-Kitab (bagian 3)

PERNYATAAN AL-KITAB YANG MENDUKUNG KEBENARAN AL-QURAN DALAM HAL TRINITAS

 a. Misi Yesus diutus ke dunia adalah untuk melanjutkan ajaran-ajaran yang telah dibawa oleh Musa dalam kitab Taurat dan ajaran-ajaran nabi sebelumnya, serta menyempurnakan ajaran-ajaran tersebut.

Masalah ini sebagaimana dikatakan oleh Yesus sendiri : “Janganlah kamu menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan hokum Taurat. Aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya. Karena aku berkata kepadamu : sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu kota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hokum Taurat sebelum semuanya terjadi”. (Mathius 5 : 17-18)

Dalam hokum Taurat yang telah dibawa oleh Musa selalu memerintahkan manusia untuk menyembah Allah semata. Hal ini dapat kita lihat dari ayat-ayat perjanjian lama, di antaranya :

  • “Lalu Allah mengucapkan segala firman ini : Akulah Tuhan Allahmu yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu Allah lain di hadapanku, jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit atas, atau yang ada di bumi bawah, sebab aku Tuhan Allahmu adalah Tuhan yang cemburu…” (Keluaran 20 : 1-5)
  • “(Musa berkata) sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkan, bahwa Tuhan Allah yang ada di langit atas dan di bumi bawah, tidak ada yang lain.” (Ulangan 4 : 39)
  • “Janganlah engkau mengikuti Allah lain, dari antara Allah bangsa-bangsa sekelilingmu.” (Ulangan 6 : 14)

Jika dalam Taurat Allah hanya memerintahkan manusia untuk menyembah hanya kepada-Nya, maka mustahil Yesus kemudian memerintahkan untuk menyembah dirinya, karena jika demikian, berarti Yesus telah mengingkari apa yang dikatakannya sendiri untuk tidak menghapus hokum Taurat. Dan ini mustahil dilakukan oleh Yesus sebagai manusia utusan Tuhan.

b. Istilah anak Tuhan bagi Yesus yang selama ini diartikan sebagai anak keturunan Tuhan oleh umat Kristen, tidaklah dapat dijadikan sebagai dasar ketuhanan Yesus, karena istilah ini juga banyak digunakan bagi banyak nabi dan orang-orang selain Yesus.

Untuk membuktikannya banyak contoh, di antaranya : Efraim dalam kitab Yeremia 31 : 9 disebut sebagai anak sulung, nabi Daud dalam kitab Mazmur 2 : 7 dan 2 Samuel 7 : 14 juga disebut anak Tuhan, kemudian dalam Keluaran 4 : 22 bangsa Israel pun disebut sebagai anak Tuhan.

Dari sekian banyak orang-orang yang disebut sebagai anak Tuhan, sejarah tidak pernah mencatat mereka sebagai Tuhan yang harus disembah. Entah atas dasar apa umat Kristen menjadikan Yesus sebagai Tuhan yang harus disembah. Apakah karena Yesus dilahirkan tanpa campur tangan seorang laki-laki ? jika memang demikian, tentunya Adam lebih berhak untuk dijadikan Tuhan, karena Adam dilahirkan tanpa ibu dan ayah, namun tidak demikian adanya.

Istilah Tuhan bagi Yesus seharusnya tidak diartikan secara literal (harfiah) sebagai anak keturunan Tuhan, melainkan secara metaforis sebagai manusia yang dikasihi tuhan, karena ketaatan yang dilakukannya. Karena jika istilah anak Tuhan dipahami sebagai anak keturunan Tuhan, entah berapa banyak lagi manusia yang akan menjadi Tuhan, karena sebutan itu bukan hanya ada pada diri Yesus.

Menurut Prof. Dr. Ahmad Syalaby, “Sesungguhnya, kata anak tuhan atau kata tuhan, ini anakku yang ku cintai, jika benar, tidaklah menjadi dalil bagi ketuhanan al-Masih, sebab kata-kata tersebut menjadi metafora (kata kiasan) dengan maksud menghormati.” (Ahmad Syalaby, Perbandingan Agama Agma Kristen, (Bandung: PT. Al-Ma’arif. T.Th), cet-10, hal. 94)

Dalam pernyataan lain secara tegas Yesus menolak penuhanan dirinya, “bukannya setiap orang yang berseru kepadaku : Tuhan, Tuhan akan masuk ke dalam kerajaan surga… pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaku : Tuhan, Tuhan bukankah kami bernubuat demi namamu dan mengusir setan demi namamu… pada waktu itulah aku berterus terang kepada mereka dan berkata : aku tidak pernah mengenal kamu ! enyahlah daripadaku, kamu sekalian pembuat kejahatan” (Matius 7 : 21-23)

Kemudian Yesus juga sering menyebut dirinya sebagai anak manusia, sebagaimana terdapat dalam ayat berikut : “(yesus berkata) : sekarang kita pergi ke Yerusalem dan anak manusia (dirinya sendiri) akan diserahkan kepada imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi dia hukuman mati.” (Markus 10 : 33)

Dari sini jelaslah bahwa istilah anak Tuhan bagi Yesus sangatlah lemah untuk dijadikan sebagai dasar ketuhanan Yesus, karena penjelasan di atas cukup untuk membuktikan bahwa Yesus menyebut dirinya sebagai anak adalah dalam pengertian metaforis.

c. Trinitas bersumber dari ayat palsu

Sebagaimana dikutif oleh Hamran Ambrie, ayat yang dijadikan sebagai dasar ketuhanan trinitas adalah : “karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama bapak, anak, dan roh kudus.” (Matisu 28 : 19)

Ayat tersebut adalah palsu, karena matius 28 seharusnya berakhir pada ayat 15. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh pakar Alkitab, Hugh J. Schonfield, dalam bukunya, the original new tastement : “ayat ini (matius 28 : 15) Nampak sebagai penutup injil (matius) dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya (mathius 28 : 16-20), dari kandungan isinya, Nampak sebagai ayat-ayat yang baru ditambahkan kemudian.”

Seandainya ayat tersebut memang benar ucapan Yesus, maka itu pun belum dapat dijadikan sebagai dasar trinitas, karena ayat itu hanya menyatakan adanya tiga oknum, dan tidak menyebutkan bahwa ketiganya adalah satu.

Kemudian satu-satunya ayat Alkitab yang menjadi dasar trinitas paling kuat juga telah dinyatakan palsu. Ayat tersebut berbunyi, “sebab ada tiga yang memberikan kesaksian (di dalam surge : bapa, firman, dan roh kudus dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberikan kesaksian di bumi) : roh, air, dan darah, ketiganya adalah satu.” (Yohanes 5: 7)

Kata-kata yang terdapat dalam kurung di atas, hanyalah merupakan tambahan yang dimasukkan oleh pihak gereja. Kata-kata tersebut tidak pernah ditemukan dalam naskah-naskah Alkitab tertua. Hal ini ditegaskan dalam catatan kaki Alkitab new international version : “late manuscripts of the vulgate testify in heaven; the father, the word, and the holy spirit, and these three are one, and there are thee testify on earth; they not found in any greek manuscript before the sixteen century.” (naskah-naskah terjemahan injil baru-baru ini mengenai kesaksian di surge : bapa, firman dan roh kudus, dan ketiganya adalah satu ; dan tiga kesaksian di atas bumi, semuanya tidak pernah ditemukan dalam naskah yunani manapun sebelum abad keenambelas).

d. Yesus adalah manusia biasa yang banyak kelemahan dan kekurangan

  • Yesus mati

“Yesus berseru dengan suara nyaring : ya bapak, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku. Dan sesudah demikian dia menyerahkan nyawanya”. (Lukas 23 : 46)

  • Yesus manusia yang lemah

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar dan penghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutusku”. (Yohanes 5 : 30)

  • Yesus bersusah hati

“Lalu katanya kepada mereka ; hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya, tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan aku”. (Matius 26 : 38)

  • Yesus kelaparan

“Pada pagi-pagi hari dalam perjalanannya ke kota, Yesus merasa lapar.” (Matius 21 : 18)

  • Yesus berdosa

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatnya menjadi dosa karena kita …” (korintus 5 : 21)

Dengan uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa Yesus memang tidak pantas dianggap sebagai Tuhan, karena dalam dirinya terdapat berbagai macam kelemahan dan kekurangan. Memposisikan Yesus sebagai Tuhan adalah merupakan penghinaan bagi Yesus, karena alangkah hinanya Yesus sebagai Tuhan, namun meiliki kelemahan, merasa sedih dan lapar, bahkan berakhir dengan kematian.

e. Tuhan tidak membuat Tuhan

Banyak ayat dalam Alkitab bahwa Tuhan itu esa dan tidak pernah ditambahi dengan oknum-oknum lainnya. Ayat tersebut antara lain :

  • “Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa tuhanlah Allah yang ada di langit dan di bumi, tidak ada yang lain”. (Ulangan 4 : 39)
  • “Janganlah kamu mengikuti Allah lain, dari antara Allah bangsa-bangsa sekelilingmu, sebab Tuhan Allahmu adalah Allah yang cemburu …” (Ulangan 6 : 14-15)
  • “… Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia”. (Ulangan 4 : 35)
  • “… lalu kata Musa; “Jadilah seperti kamu itu, supaya tuanku mengetahui bahwa tidak ada yang seperti Tuhan Allah kami”. ( Keluaran 8 : 10)
  • “… Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk dan sesudah Aku tidak ada lagi. Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juru selamat selain daripadaKu”. (Yesaya 43 : 10-11)
  • “… Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian, tidak ada Allah selain daripadaku”. (Yesaya 44 : 6)
  • “… Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain”. (Yesaya 45 : 18)
  • “Sebab itu Engkau besar, Ya Tuhan Allah, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau…” (2 samuel 7 : 22)
  • “Lalu (Salomo) berkata; ya Tuhan, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit dan di bumi …”(1 raja-raja 8 : 23)
  • “… Aku adalah Tuhan Allah sejak di tanah Mesir dan tidak ada juru selamat kecuali Aku …” (Hosea 13 : 4)
  • “Jawab Yesus: “Dengarlah hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa”. (Markus 12 : 29)

Masih banyak ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan hanyalah Allah saja tanpa diiringi embel-embel trinitas di belakangnya.

 

 

 

Insya Allah bagian terakhirPIHAK GEREJA DAN SEJARAWAN KRISTEN MENOLAK ATAU MERAGUKAN KEBENARAN TRINITAS

 

Oleh: Ahmad Wandi, hayaatunaa.com, Ketua PC Pemuda Persis Lembang

Lembang, 08 Desember 2016